Maka ia mencari akal, untuk bisa lolos dari hukuman. Saat proses verbal, ia mengaku saudara Dandim Jakarta Timur yang bermarga Simatupang. Sontak mendengar pengakuannya, polisi dan tentara yang memeriksanya lantas bersujud di depannya.
"Saya lalu diberi kopi dan soto. Petugas lalu minta maaf pada saya, kata pak polisi penembakan itu uji mental buat saya," ungkapnya. Ia berterimakasih kepada Dandim Simatupang yang telah menyelamatkannya dari bui. Meski ia mencari sampai
saat ini, belum bertemu dengan tentara tersebut.
Ia lantas kembali ke kolong jembatan. Kamaruddin kembali berupaya hidup mandiri. Ia lantas melamar kerja di Kurumaya Noodle berada di Hotel Ciputra, Jakarta sekitar tahun 1992-1993. Dan kesuksesan mulai diraihnya setelah ia bekerja di restoran Jepang itu.***