nasional

Kenapa Subsidi BBM Dikurangi tapi Malah Banyak Bansos?

Rabu, 31 Agustus 2022 | 15:16 WIB
Presiden Joko Widodo Membahas Pengalihan Subsidi BBM Bersama Sri Mulyani (Instagram @smindrawati)

TITIKTEMU.CO - JAKARTA Sri Mulyani Indrawati selaku Menteri Keuangan Republik Indonesia telah menyampaikan dalam LIVE: Keterangan Pers Menteri Keuangan, Menteri Sosial dan Gubernur Bank Indonesia terkait adanya bantuan sosial yang segera disalurkan. Sri Mulyani menyampaikan hal tersebut pada 29 Agustus 2022 di Istana Presiden RI melalui YouTube Sekretariat Presiden.

Baca Juga: Bansos Rp 24 Triliun! Ini 3 Jenis Bansos Pengalihan Subsidi BBM

“Kami baru saja membahas dengan bapak Presiden mengenai pengalihan subsidi BBM. Jadi dalam hal ini masyarakat yang akan mendapatkan bantuan sosial . Dalam rangka meningkatkan daya beli mereka. Terutama karena dalam beberapa waktu terakhir memang tendensi dari kenaikan harga dari pengaruh global memang perlu untuk direspon.” jelas Sri Mulyani.

Hal tersebut pun menjadi pernyataan bagi sebagian orang mengapa subsidi BBM dialihkan dan harga BBM menjadi naik. Sri Mulyani pun menulis dalam akun Instagramnya @smindrawati sebagai berikut:

Baca Juga: BSU CAIR! Ini Daftar Karyawan Yang Berhak Mendapatkan BSU (Bantuan Subsidi Upah)

Pemerintah terus menggunakan instrumen APBN untuk melindungi rakyat dan perekonomian dari guncangan global dalam bentuk disrupsi pasokan dan eskalasi geopolitik yang mengakibatkan kenaikan tajam harga pangan dan energi.

Anggaran subsidi dan kompensasi untuk BBM dan listrik melonjak 3 kali lipat mencapai Rp 502 Triliun dan masih akan naik lagi mendekati Rp 698 Triliun. Pilihan kebijakan yang sangat sensitif dan sulit ini dilakukan untuk menjaga kepentingan seluruh rakyat.

Anggaran subsidi BBM sangat besar di atas Rp 600 Triliun lebih dinikmati kelompok menengah atas. Hanya 5% subsidi solar dinikmati keluarga miskin. Sedangkan subsidi pertalite - hanya 20% dinikmati kelompok tidak mampu dan miskin.

Baca Juga: Update Triliunan Bantuan Sosial 2022, Ada Buat Pekerja, Keluarga dan Daerah!

Dalam rapat Senin 29/8/2022, Presiden @jokowi memutuskan untuk mengalihkan sebagian subsidi BBM ini kepada kelompok yang paling miskin dan rentan. Rp 24,17 Triliun APBN menyediakan tambahan bantalan sosial.

Bantuan sosial sebesar Rp 24,17 Triliun tersebut dibagikan kepada 20,65 juta KPM (Kelompok/Keluarga Penerima Manfaat), yaitu mereka yang masuk dalam 40 persen tak mampu, diberikan bantuan sebesar Rp 150.000 selama 4 kali dengan total Rp 600.000. Anggaran Rp 9,6 Triliun untuk bantuan subsidi upah sebesar Rp 600.000 bagi 16 juta pekerja dengan gaji maksimal Rp 3,5 juta. Dan bantuan oleh Pemerintah Daerah dengan menggunakan 2% Dana Transfer Umum yang berasal dari APBN (DAU dan DBH) sebesar Rp 2,17Triliun untuk membantu angkutan umum, ojek dan nelayan serta bansos tambahan.

Presiden berharap pengalihan bantuan subsidi BBM ke kelompok paling membutuhkan dan miskin dapat meringankan beban akibat tekanan kenaikan harga-harga yang meningkat.

Istana Merdeka, 29 Agustus 2022

Baca Juga: Tips Menghemat Keuangan Jelang Akhir Bulan

Selanjutnya diketahui bahwa alasan mengapa subsidi BBM dialihkan adalah karena tidak tepat sasaran. Anggaran subsidi BBM yang sangat besar yakni mencapai Rp600 Triliun lebih hanya dinikmati kelompok menengah ke atas. Sebanyak 5% saja subsidi solar dinikmati keluarga miskin.

Halaman:

Tags

Terkini