nasional

Berikut 7 Fakta Perumusan Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Yang Terakhir Bikin Trenyuh

Rabu, 17 Agustus 2022 | 09:11 WIB
Teks Proklamasi versi ketik, yang diketik Sayuti Melik (Dok. Arsip Nasional)

Namun, tidak semua dari ketiga tokoh tersebut menuliskan naskah teks Proklamasi dalam secarik kertas.

Teks versi tulis tangan (Dok. Arsip Nasional)

Sebelum disalin menjadi mesin ketik, Soekarno menulis konsep proklamasi pada secarik kertas sobekan dari block note. Lembaran kertas yang dipakai bergaris biru.
Sedangkan Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo menyumbangkan konsep pikirannya secara lisan.

Baca Juga: LOMBA MAKAN KERUPUK Oleh: Trias Kuncahyono, Wartawan Senior/Penulis Buku

4. Mesin ketik pinjaman dari Komandan Angkatan Laut Jerman
Selesai menulis di kertas, kemudian teks proklamasi disalin menggunakan mesin ketik oleh Sayuti Melik. Fakta menarik dari perumusan naskah Proklamasi adalah mesin ketik yang digunakan.

Ternyata mesin ketik yang digunakan Sayuti Melik merupakan mesin ketik buatan Jerman yang dipinjam dari Kolonel Kandeler Komandan Angkatan Laut Jerman. Karena ketika itu mesin ketik di rumah Laksamana Maeda memakai huruf kanji.

5. Perumusan teks Proklamasi bertepatan dengan Puasa Ramadan
Sebagian peserta rapat yang beragam muslim menjalankan ibadah puasa, karenanya Satsuki Mishima sebagai kepala staf bagian rumah tangga Maeda menjamu tamu-tamu mereka saat sahur.

Baca Juga: Alamak, Kasus Pencurian dan Pengancaman Karyawan Alfamart Dihentikan. Ini Dia Penyebabnya

Satsuki Mishima membuatkan menu makan sahur berupa nasi goreng disertai beberapa menu lain berupa ikan sarden, telur, dan roti.

6. Peran Pewarta yang mengabadikan dan menyebarkan pembacaan teks Proklamasi
Dalam peristiwa penting ini peran pewarta juga tidak boleh dilewatkan. Saat itu ada Frans dan Alex Mendoer dari IPPHOS yang mengabadikan momen pembacaan teks Proklamasi.

Sementara itu Burhanuddin Muhammad Diah, lebih dikenal dengan BM Diah, wartawan asal Aceh dan Jusuf Ronodipuro membantu penyebaran berita proklamasi lewat berbagai cara, seperti radio, surat kabar, telegram serta melalui lisan. Tanpa mereka, berita Proklamasi kemerdekaan tidak akan sampai ke seluruh penjuru dunia.

Baca Juga: Bharada E Resmi Menjadi Justice Collaborator. Ini Sejumlah Hak dan Apresiasi yang Didapatkannya

7. Teks Proklamasi ditemukan di tempat sampah
Teks proklamasi yang ditulis tangan oleh Bung Karno sempat ditemukan di tempat sampah di rumah Maeda.

Naskah yang ditulis tangan itu dianggap tidak diperlukan lagi. Beruntungnya, ditemukan oleh BM Diah dan disimpan selama 47 tahun. BM Diah menyimpan sebagai dokumen pribadi, setelah perumusan naskah dibacakan.

Baca Juga: Astaga, Komnas HAM Pastikan Tidak Temukan Indikasi Penganiayaan terhadap Brigadir J

Halaman:

Tags

Terkini