TTITIKTEMU.CO, JAKARTA – Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyiapkan sekitar 3.000 gelang khusus bagi jamaah haji yang masuk dalam kategori sangat berisiko, seperti penyakit jantung dan hipertensi.
Kepala Pusat Kesehatan Haji Kemenkes, Budi Sylvana menyebut kemenkes akan memberikan gelang khusus bagi kelompok yang sangat berisiko tinggi kepada jamaah haji. Gelang tersebut berbentuk seperti smart watch untuk memantau kondisi kesehatannya.
“Kesehatan jamaah yang berisiko tinggi tahun ini akan dimonitor oleh petugas melalui sistem, mudah-mudahan ini bisa lebih efektif dalam pelaksanaan di lapangan," kata Kepala Pusat Kesehatan Haji itu dalam keterangan pers secara daring di Jakarta, Kamis (2/6/2022).
Baca Juga: Banyak Jamaah Haji Masuk Kategori Risiko Tinggi, Hindari Dehidrasi dan Heatstroke
Budi mengemukakan indikator yang dipantau dalam gelang khusus itu di antaranya, tekanan darah, detak jantung, saturasi oksigen hingga pengingat waktu untuk minum.
"Jamaah hanya tinggal memakainya saja nanti petugas kita akan memonitor kondisi mereka melalui sistem yang ada," tuturnya.
Kemenkes melaporkan 35,81 persen dari total calon jamaah haji 2022 sebanyak 100.051 orang, dikategorikan sebagai risiko tinggi yakni orang lanjut usia dan yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).
Baca Juga: Cek Detilnya Disini! Jadwal Lengkap Pemberangkatan dan Pemulangan Jamaah Haji Tahun 2022
"Kalau kita filter lagi, dari 35 persen ini ada 25.481 orang yang risiko tinggi dengan komorbid," ujar Budi Sylvana.
Dalam rencana operasional haji tahun ini petugas akan fokus kepada jamaah yang berisiko tinggi, namun tetap untuk tidak melupakan jamaah yang lain.
"Itu karena keterbatasan petugas kesehatan untuk melayani jamaah haji. Tahun ini kita ada pengurangan jumlah, tahun kemarin ada 1.832 petugas yang kita tugaskan, tahun ini 776 orang petugas kesehatan yang kita siapkan," tuturnya.
Baca Juga: Ini Link PDF Cerita Horor Ranjat Kembang, Akhir dari Trilogi Sewu Dino SimpleMan
Selain penggunaan gelang khusus, kemenkes juga akan menggunakan layanan kesehatan aplikasi TeleJamaah untuk memantau kondisi jamaah di kloter haji 2022 seiring cukup banyaknya jamaah dengan risiko tinggi penyakit komorbid.
"Pertama kali kita akan gunakan aplikasi TeleJamaah, kemudian tele petugas yang akan mengekseskusi layanan kesehatan untuk jamaah,"tambah Budi.