TITIKTEMU.CO JAKARTA – Wapres KH Ma’ruf amin memimpin Rapat Terbatas Evaluasi Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) melalui konferensi video di kediaman resmi Wapres, Jalan Diponegoro Nomor 2, Jakarta, Senin (24/1).
Wapres menyoroti penyebaran varian Covid-19 Omicron yang meningkat pesat, bahkan telah menyebabkan kematian. Oleh karena itu, untuk mencegah penularan yang masif dan korban yang lebih banyak, seluruh jajaran diminta bersiap dalam mengatasi hal itu.
Baca Juga: Viral Laka Traffic Light Muara Rapak Balikpapan, Jasa Raharja Salurkan Santunan untuk Korban
“Ini walaupun sekali lagi tingkat keparahan varian Omicron ini lebih ringan dibanding dengan Delta, tapi kalau jumlah bertambah terus, potensi penularan kepada, terutama yang komorbid, maka ini juga akan memberikan tekanan kepada fasilitas tenaga kesehatan yang ada. Karena itu, seperti apa kesiapan kita dalam menghadapi kemungkinan-kemungkinan itu,” tegas Wapres.
Hadir dalam rapat Menkopolhukam M Mahfud MD, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, Menko Bidang PMK Muhadjir Effendy, Menko Bidang Marives Luhut Binsar Panjaitan, Mensesneg Pratikno, Mendagri M Tito Karnavian, Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem A Makarim, serta Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin.
Wapres menyampaikan, kesiapan diantaranya dapat dilakukan dengan memperkuat tracing pada masyarakat. Terlebih, dengan adanya peningkatan penyebaran melalui transmisi lokal.
“Terkait dengan peningkatan jumlah tes, tracing, mengingat mereka yang terpapar varian omicron ini kebanyakan OTG (Orang Tanpa Gejala) dan juga orang yang komorbid, sakit ringan, ini berpotensi besar untuk memicu penularan berkelanjutan di masyarakat,” ujar Wapres.
Di sisi lain, percepatan pemberian vaksinasi Covid-19 kepada masyarakat juga harus diakselerasi. Selain untuk kategori dewasa, harus dipacu untuk para lansia dan anak-anak.
“Saya mohon perhatian yang keempat juga terkait laporan percepatan vaksinasi. Vaksinasi booster sudah mulai dilaksanakan.”
“Kemudian juga, laporan terkait upaya percepatan pengembangan vaksin Covid-19 produksi dalam negeri, termasuk aspek keamanannya, khasiatnya, mutunya, serta progres pembuatannya supaya pada 2022 ini vaksin Covid-19 buatan dalam negeri ini dapat digunakan masyarakat Indonesia,” tambahnya.
Selain antisipasi dari sisi kesehatan, Wapres juga turut memantau evaluasi penyelenggaraan pertemuan tatap muka (PTM) di sekolah-sekolah. Ia menilai kebijakan ini memerlukan perhatian khusus karena puncak penyebaran varian Omicron diperkirakan terjadi pada Februari 2022 hingga awal Maret 2022. ***