nasional

11 Fakta tentang Braille, Nomor 9 Bikin Bangga Indonesia

Jumat, 7 Januari 2022 | 05:46 WIB
Indonesia memiliki majalah berformat braille sejak 1959 bernama Gema Braille. Gema Braille adalah satu-satunya majalah berformat braille di Indonesia. (ilustrasi - pic. kemensos)

9. Indonesia telah memiliki majalah berformat braille sejak 1959 yang diberi nama Gema Braille. Sejauh ini Gema Braille adalah satu-satunya majalah berformat braille di Indonesia, diproduksi oleh Kementerian Sosial melalui Balai Literasi Braille Indonesia (BLBI) "Abiyoso".

 Baca Juga: Sah, Kini JMSI Jadi Konstituen Baru Dewan Pers!

10. Mempelajari Braille membutuhkan banyak waktu. Ini terkait dengan berbagai kombinasi titik dan kebutuhan seseorang untuk membiasakan ujung jarinya mengidentifikasi titik.

11. Tidak semua tunanetra menggunakan braille. Kebutuhan untuk mengembangkan sensitifitas pada ujung jari dan adanya kondisi-kondisi kesehatan tertentu yang memengaruhi sensitifitas jari membuat belajar braille pada usia dewasa cenderung lebih sulit.

Sebagai orang dewasa, memilih untuk belajar dan menggunakan braille sangat tergantung pada preferensi individu.

Baca Juga: SE Terbaru Menkes: Setiap Kontak Erat Kasus Covid 19 Varian Omicron Wajib Karantina 10 Hari

Misalnya, seseorang yang kehilangan penglihatan saat dewasa mungkin lebih memilih tetap menggunakan teknologi bantu digital dengan perangkat lunak pembaca layar, pembesar video, atau perekam.

Namun, ada manfaat literasi yang sangat penting dan signifikan dari penguasaan braille, yang dapat memberikan kebebasan dan kemandirian lebih besar bagi penggunanya. Seorang penyandang tunanetra-rungu misalnya, tentu akan sangat memerlukan braille sebagai sarana literasi dan komunikasi karena tidak dapat mengakses audio. ***

 

 

Halaman:

Tags

Terkini