nasional

Bendungan Randugunting Blora Bakal Diresmikan Presiden Jokowi

Rabu, 5 Januari 2022 | 05:13 WIB
Bendungan Randugunting Blora telah rampung pengerjaannya dan akan diremikan Presiden Jokowi. (pic. pupr)

TITIKTEMU.CO BLORA - Menjelang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo, berbagai persiapan dan penyelesaian akhir proyek Bendungan Randugunting Blora dikebut pelaksanaannya.

Guna memastikan persiapan akhir untuk diresmikan, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meninjau progres pembangunan Bendungan Randugunting di Kabupaten Blora, Provinsi Jawa Tengah, hari Minggu (2/1) yang lalu.

Baca Juga: Indonesia Telah Melampaui Target Vaksinasi 280 Juta Dosis Sampai Akhir Tahun 2021

Baca Juga: Ayam Berkokok di Malam Hari Tanda Malaikat Datang? Begini Penjelasan Gus Baha

Turut hadir mendampingi Menteri Basuki, yakni Dirjen Sumber Daya Air Jarot Widyoko, Direktur Jenderal Cipta Karya Diana Kusumastuti, Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi, Industri, dan Lingkungan Endra S. Atmawidjaja. 

Serta Kepala BBWS Pemali Juana Kementerian PUPR Muhammad Adek Rizaldi, dan Direktur Utama PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) Agung Budi Waskito. 

Menteri Basuki mengatakan Bendungan Randugunting nantinya merupakan bendungan ke-14 yang akan diresmikan Presiden Jokowi dari 15 bendungan yang selesai 2021. 

Baca Juga: Melantik Kepala Sekolah SMA AL Azhar 30 Salatiga, Ini Harapan Wali Kota Yulianto

Dari tahun 2015 hingga 2020, sebanyak 14 bendungan juga telah selesai dan dioperasikan. Pekerjaan fisik bendungan dengan kapasitas tampung 14,43 m3 ini telah rampung, lebih cepat 10 bulan dari jadwal kontrak yang seharusnya berakhir pada November 2022. 

"Bendungan ini bisa selesai lebih cepat 10 bulan dari kontrak yang jatuh pada tahun 2022. Secara keseluruhan bendungan sudah selesai, tinggal perapihan gedung dan lansekap saja. Mudah-mudahan bisa diresmikan Bapak Presiden pada awal Januari 2022 ini" kata Basuki. 

Bendungan Randugunting sudah sejak tahun 1990an direncanakan untuk menambah suplai air bagi daerah kering di Kabupaten Blora dan Rembang. 

Baca Juga: Hindari Malioboro Malam Ini, Ada Defile Menyongsong 76 Tahun Yogyakarta Ibukota RI

Pembangunan bendungan sendiri mulai dikerjakan pada 2018 dan selesai di awal 2022 tanpa kendala teknis untuk konstruksi dan sosial dalam pembebasan lahan. 

"Kita tahu bahwa Blora dan Rembang ini termasuk rawan atau langka air. Nantinya bendungan ini bisa memberikan suplai air baku 200 liter/detik dan irigasi 670 hektare, selain juga dapat dimanfaatkan sebagai tempat wisata," tutur Menteri Basuki. 

Halaman:

Tags

Terkini