Selama 20 hingga 30 detik, telah terjadi gempa Low Frequency sebanyak dua kali dengan amplitudo 3-4 mm. Gempa vulkanik juga terjadi sekali selama 9 detik dengan amplitudo 6 mm, S-P 1,29 detik.
Gempa tektonik jauh juga sempat terjadi sebanyak dua kali dengan amplitudo 4-34 mm, S-P 12-25 detik. Lama gempa terhitung 115-135 detik.
Pendakian masih diperbolehkan kecuali di area tubuh Gunung Barujari, termasuk di area lava baru dan seluruh area dalam radius 1,5 kilometer. Karena material lava letusan masih bertemperatur tinggi, rawan terjadi longsoran batu.
Baca Juga: Erupsi Sejak 1818, Ini Sejarah Letusan Gunung Semeru dari Masa ke Masa
Namun, masyarakat di sekitar diharap untuk tetap tenang tapi waspada, tidak terpancing isu-isu tentang erupsi Rinjani yang tidak jelas sumbernya. Gunung Rinjani lokasinya di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).
7. Gunung Ibu
Gunung Ibu berada di Halmahera Barat, Maluku Utara. Asap kawah utama berwarna putih dan kelabu dengan intensitas tipis hingga sedang teramati setinggi sekitar 200-800 meter dari arah puncak.
Terjadi 57 kali gempa dengan amplitudo 15-30 mm, dan lama gempa 18-65 detik.
Gempa guguran dengan amplitudo 2-26 mm dan lama gempa 25-100 detik. Gempa embusan terjadi 30 kali dengan amplitudo 5-14 mm dan berdurasi 10-35 detik.
Baca Juga: Gunung Semeru meletus, Kepala BNPB bertolak ke Lumajang , Cek Penanganan Dampak Erupsi
Gampa harmonik juga sempat terjadi sebanyak 13 kali dengan amplitudo 2-12 mm, dan lama gempa 25-50 detik.
Masyarakat dan wisatawan dilarang beraktivitas dalam radius 2,0 km dan perluasan sektoral berjarak 3,5 km ke arah bukaan kawah di bagian utara dari kawah aktif.
Selain itu, masyarakat dan wisatawan disarankan mengenakan masker dan kacamata jika hujan abu terjadi.***