TITIKTEMU.CO, Sisilia - Seperti dikutip dari Reuters, gumpalan besar uap abu naik ke udara pada hari Sabtu (23/10) saat Gunung Etna di di pesisir timur Sisilia, dekat Messina dan Catania, Italia, meletus, menutupi langit pagi.
Gunung berapi Gunung Etna sebelumnya juga telah memanjakan penduduk setempat dengan pertunjukan fantastis sejak meletus pada 16 Februari 2021. Saat itu meletus lebih dari 50 kali tahun ini.
Gunung berapi tertinggi dan paling aktif di Eropa ini, sering meletus tetapi jarang menyebabkan kerusakan. Sementara letusan itu sendiri tidak membahayakan penduduk setempat.
Baca Juga: Kapal Pengangkut Ratusan Kontainer Terbakar dan Mengeluarkan Gas Beracun di Laut Pasifik
Gunung berapi setinggi 3.330 meter malah menyajikan pemandangan spektakuler beberapa kali dalam setahun. Yakni saat memuntahkan lava dan abu tinggi di atas pulau Mediterania Sisilia.
Gunung Etna adalah yang terbesar di antara gunung-gunung berapi di Italia dengan keliling dasar sepanjang 140 km dan mencakup wilayah seluas 1.190 km².
Etna adalah salah satu gunung teraktif di dunia dan hampir selalu dalam keadaan meletus. Meski demikian, gunung ini tidak terlalu dianggap berbahaya.
Baca Juga: Turis Jerman dan India Tewas saat Terjadi Baku Tembak Antar Pengedar Narkoba di Karibia
Ahli vulkanologi yang meneliti aktivitas Gunung Etna adalah Salvatore Caffo.
Dia bekerja mengamati aktivitas gunung dari kantornya di Taman Nasional Gunung Etna.
Caffo tumbuh besar di Kota Catania yang terletak 30 mil di bawah kawah Gunung Etna.
Baca Juga: Aksinya Viral, Pria Eksibisionis di Depan Seorang Wanita Ditangkap Polisi dan Satpol PP
Kota Nicolosi hanya terletak 12 mil di bawah kawah. Kota ini dibangun lebih dari 800 tahun yang lalu, dan letusan Etna telah membuatnya hancur selama dua kali.
Tidak hanya Nicolosi yang terkena dampak dari letusan Etna, ada lebih 20 kota kecil lainnya juga terletak di sekelilingnya.
Artikel Terkait
Awas! Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 2 Kilometer
Dramatis, Rumah Ini Terlihat Selamat dari Lindasan Lava Gunung Cumbre Vieja
Wisata ke Gunung Bromo dengan Mobil Sendiri, Ini Jalurnya
Punya Penyakit Jantung Bolehkah Naik Gunung? Ini Kata Dokter
Lava Pijar Meluncur Lagi, Status Gunung Merapi Kembali Siaga