• Selasa, 24 Mei 2022

7 Misteri Gunung Lawu yang Belum Terpecahkan, dari Jalak Lawu hingga Lasmini

- Senin, 1 November 2021 | 21:50 WIB
Penampakan Gunung Lawu dari Gondosuli (Abed Nego Afriadi/titiktemu.co)
Penampakan Gunung Lawu dari Gondosuli (Abed Nego Afriadi/titiktemu.co)

 

TITIKTEMU.CO, KARANGANYAR - Jalurnya berliku, berbukit-bukit, didominasi pohon cemara, cengkeh, stroberi dan alpukat. Bunga jenis apapun yang merekah selalu nampak indah. Begitulah pemandangan eksotik jika berada di kawasan Lawu">Gunung Lawu.
 
 
Namun, di balik keindahannya, gunung yang terletak di perbatasan Jawa Tengah-Jawa Timur itu menyimpan sejumlah misteri yang belum terpecahkan hingga saat ini.
 
1. Misteri Jalak Lawu
Para pendaki yang sering ke Lawu">Gunung Lawu pasti tidak asing lagi dengan kehadiran burung Jalak di sepanjang jalur pendakian.
 
Burung ini sering seolah olah menjadi penunjuk jalan pendaki agar tidak tersesat. Namun, diyakini burung tersebut adalah binatang gaib penunggu Lawu">Gunung Lawu. Laman Kominfo Magetan menyebutkan, ada yang menyebut burung ini dengan Kyai Jalak, nama lain dari Wangsa Menggala, pengawal Brawijaya V sebelum akhirnya moksa di Hargo Dalem puncak Lawu">Gunung Lawu.
 
Namun, sejumlah Youtuber menduga, kehadiran burung Jalak itu karena selama ini para pendaki sering menyapa bahkan memberinya makanan. Karena itulah muncul kedekatan alamiah antara para pendaki dengan burung bernama latin Turdus Poliocephalus itu.
 
2. Macan Lawu
Macan Lawu di sini yang dimaksud adalah macan loreng yang diyakini sebagian orang masih singgah di benerapa tempat keramat, khususnya di jalur pendakian Cemoro Kandang. 
Jalur pendakian Gunung Lawu melalui Candi Cetho (Abed Nego Afriadi/titiktemu.co)
 
Di jalur tersebut juga terdapat patung harimau di salah satu punden yang diyakini sebagai Eyang Singo Sinebahing Dilah.
 
Macan Lawu yang diyakini gaib ini berbeda dengan macan tutul, hewan endemi yang memang benar-benar masih ada di kawasan hutan lindung Lawu">Gunung Lawu.
 
3. Pasar Setan
Ada suara hiruk pikuk layaknya transaksi yang saling bersahutan, seperti yang lazim terjadi di pasar-pasar tradisional. Anehnya suara itu justru terdengar di tengah lahan Padang ilalang yang tak satu orangpun ada, kecuali para pendaki.
 
Begitulah penampakan pasar Bubrah atau pasar setan yang sebagian pendaki pernah mengalami pengalaman mistis ketika tiba di pos 5 melalui jalur Candi Cetho.
Pendaki Lawu lewat Candi Kethek (Abed Nego Afriadi/titiktemu.co)
 
Jika mengalami hal tersebut, pendaki disarankan untuk membuang sesuatu barang guna pengganti aktivitas transaksi. 
 
Hingga artikel ini diposting, belum ada keterangan sains soal keberadaan pasar setan. Tapi beberapa sumber menyebutkan, suara riuh itu disebabkan lantaran pertemuan angin dari dua arah yang berbeda.
 
4. Kelabang Lawu
Kelabang yang disebut Kiyongko ini diyakini sebagai penunggu sumber air di kawasan Lawu">Gunung Lawu.
Sebelum jadi  penunggu, sosok binatang gaib ini justru menjadi perusak karena menyumbat setiap saluran air di Lawu">Gunung Lawu.
 
Tindakan ini memancing kemarahan Ki Sabuk Janur hingga Kiyongko babak belur dihajar dengan ilmu kesaktiannya.
 
5. Mitos Kasih Tak Sampai
Bagi era milenial pasti belum pernah mendengar mitos ini. Ya, mitos Kasih tak sampai setiap usai pacaran di kawasan Lawu">Gunung Lawu sempat ngehit hingga tahun 2000an.
 
Siapapun yang pacaran di kawasan itu diramalkan bakal kandas di tengah jalan.
 
Menurut pengamatan titiktemu.co ribuan pasangan berpacaran, memadu janji di kawasan Lawu. Apakah mitos itu terbukti?
 
6. Pendaki Hilang Misterius
Beberapa tahun lalu seorang pendaki asal Magelang, Alvi Kurniawan yang hilang saat mendaki Lawu">Gunung Lawu pada 31 Desember 2018 lalu.
 
Beberapa pihak dilibatkan guna melakukan pencarian. Sayang, kondisi Alvi belum juga ditemukan sampai batas waktu telah habis. 
 
Bahkan paranormal Ki Prana Lewu sempat berinisiatif melakukan pencarian. Tapi hasilnya nihil. Malah dalam keterangannya setelah pencarian, dirinya bersama tim menemukan jejak binatang buas.
 
7. Lasmini Si Kembang Lawu">Gunung Lawu
Pada era 1980 an hingga 1990 an sosok Lasmini cukup moncer berkat Sandiwara Radio dan Film Layar Lebar berjudul Saur Sepuh. Dalam episode "Kembang Lawu">Gunung Lawu" dikisahkan, Lasmini adalah sosok pendekar yang bukan hanya cantik dan seksi, tapi juga sakti. Versi layar lebar, sosok Lasmini diperankan oleh aktris yang juga politisi, Murti Sari Dewi.
 
Namun sampai kini belum diketahui apakah sosok Lasmini ini hanya imajinasi belaka atau benar benar sosok nyata yang menginspirasi Niki Kosasih sebagai pengarang Saur Sepuh? ***
 
 

 

Editor: Indria Purnama Hadi

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X