Terkait aksi penganiayaan itu, tersangka Irjen Napoleon menulis surat terbuka melalui kuasa hukumnya, Haposan Batubara.
Baca Juga: Muhammad Kece Ternyata Dianiaya Irjen Polisi Napoleon Bonaparte
Napoleon berdalih aksi itu dilakukan karena agama dan nabinya dihina. Dia juga menyatakan siap bertanggung jawab atas apa yang dilakukan.
“Siapa pun bisa menghina saya, tapi tidak terhadap Allahku, Al-Qur'an, Rasulullah SAW dan akidah Islamku.
Karenanya, saya bersumpah akan melakukan tindakan terukur apa pun kepada siapa saja yang berani melakukannya,” tulisnya.
Andi menambahkan hasil pemeriksaan polisi juga diperkuat dengan rekaman CCTV. Dari rekaman itu terungkap penganiayaan dilakukan pada 26 Agustus tengah malam.
“Dari CCTV itu terlihat sekitar pukul 01.30, Irjen Napoleon dan 3 napi lain keluar dari sel korban,” jelas Andi.***