nasional

Peserta Tes CPNS DimintaTeliti Baca Pengumuman dan Waspada Ada Penipu Gentayangan

Senin, 13 September 2021 | 08:05 WIB
Peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) di BKN Kantor Regional III Bandung, Jawa Barat. KemenpanRB meminta peserta tes CPNS tahun 2021 untuk tidak percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan dan panitia juga tidak akan ada yang menghubungi peserta. (pic. humas kemenpanrb)

 

TITIKTEMU.CO Bandung – Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) terus mengingatkan peserta seleksi Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) untuk tidak percaya kepada oknum yang menjanjikan kelulusan.

Pelaksanaan seleksi CASN dilakukan dengan mengedepankan sistem yang terbuka dan akuntabel.

Kepala Biro SDM dan Umum Kementerian PANRB Sri Rejeki Nawangsasih mengatakan panitia tidak memungut biaya untuk peserta seleksi CASN.

Baca Juga: Mau Ikut Seleksi CPNS Tapi Positif Covid ? Bisa Ajukan Jadwal Ulang, Begini Caranya

"Sistem transparansi terus dikembangkan dalam seleksi CASN. Panitia juga tidak menghubungi peserta. Kalau sifatnya pembiayaan atau yang meminta sejumlah uang tertentu patut diduga penipuan," ujarnya saat memberikan arahan para peserta seleksi kompetensi dasar (SKD) di BKN Kantor Regional III Bandung, Jawa Barat, sebagaimana rilis yang diterima TITIKTEMU.CO, Senin (13/9) pagi.

Sebanyak 198 peserta terdaftar untuk mengikuti SKD Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kementerian PANRB.

Namun ada beberapa peserta yang tidak mengikuti SKD karena tidak hadir ataupun karena tidak memenuhi persyaratan yang diwajibkan.

Pada tahapan SKD CPNS Kementerian PANRB ini, ada beberapa peserta yang tidak membawa hasil swab RT PCR maksimal 2x24 jam atau rapid test antigen maksimal 1x24 jam.

Salah satu peserta mengaku tidak teliti membaca persyaratan tersebut.

Baca Juga: 3.971 Lowongan PNS Diperebutkan 317.629 Peserta Tes SKD Kemenkumham

Sub-Koordinator Sumber Daya Manusia Kementerian PANRB Mochamad Wardhi Fachri mengingatkan kepada seluruh pelamar yang akan menjalani SKD, agar teliti dalam membaca pengumuman.

"Swab ini wajib dilakukan sebagai upaya untuk meminimalisir potensi penyebaran Covid-19 saat seleksi dilaksanakan," jelasnya.

Ia juga mengingatkan, peserta yang berada di wilayah Jawa, Madura, dan Bali diwajibkan menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama pada aplikasi PeduliLindungi.

Halaman:

Tags

Terkini