nasional

Kenapa Orang yang Sering Marah Justru Bisa Lebih Sehat Mentalnya daripada yang Selalu Diam?

Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:53 WIB

APA menyebut ekspresi kemarahan secara asertif—jelas, langsung, tetapi tetap menghormati orang lain—sebagai cara yang lebih sehat dibanding meluapkannya secara agresif.

Baca Juga: Barter Skill Antar Ortu: Saat Jagain Anak Bisa Dibayar dengan Waktu, Bukan Uang

Jadi, Haruskah Kita Lebih Sering Marah?

Bukan begitu. Artikel ini bukan ajakan untuk gampang meledak. Marah terus-menerus, menyimpan dendam, atau kehilangan kendali justru dapat mengganggu hubungan dan kesehatan.

Yang perlu dibongkar adalah anggapan bahwa diam selalu berarti sehat dan marah selalu berarti buruk.

Daripada berkata “aku nggak apa-apa” ketika sebenarnya terluka, seseorang bisa belajar mengatakan, “Aku kurang nyaman dengan perlakuan itu. Kita bisa membicarakannya?”

Itu bukan drama. Bukan juga kurang sabar.

Itu namanya mengenali emosi, menetapkan batas, lalu menyampaikannya tanpa menyakiti orang lain.

Dan untuk kesehatan mental, kemampuan seperti itu jauh lebih berguna daripada sekadar terlihat tenang setiap saat.***

Halaman:

Tags

Terkini