“Jadi waktu usiaku 6 tahun, tahun 2015 dulu, Palangka Raya ini kan kabut asap tebal,” ungkapnya.
Pengalaman tersebut bahkan membuatnya sempat mengalami gangguan kesehatan akibat paparan kabut asap.
“Sampai sakit gara-gara kabut asap, aku tidak mau kejadian serupa terulang,” lanjut Rudi.
Kondisi tersebut membuat Rudi khawatir apabila kebakaran kembali menghasilkan kabut asap pekat seperti yang pernah terjadi sebelumnya.
Terlebih, Rudi diketahui memiliki kegemaran berolahraga lari maraton. Menurutnya, aktivitas tersebut tentu akan terganggu jika kualitas udara kembali memburuk akibat kabut asap.
Karena itu, ia memilih ikut membantu memadamkan api sebagai upaya mencegah kebakaran semakin meluas.
“Tahun 2015 itu sangat membekas dalam ingatan saya. Saya tidak ingin asap tebal seperti itu terulang, makanya saya ikut membantu memadamkan juga,” tuturnya.
Aksi ‘Superman’ Dapat Apresiasi Menhut
Aksi Rudiansyah kemudian mendapat perhatian Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni.
Saat meninjau penanganan karhutla di Palangka Raya pada Rabu, 19 Agustus 2026, Raja Juli bertemu dengan Rudi dan mengapresiasi keberaniannya membantu pemadaman.
Raja Juli bahkan menyebut Rudi sebagai sosok superhero yang turut berperan menjaga kelestarian hutan.
“Ini salah satu contoh anak muda yang luar biasa. Ini superhero, tapi juga menjadi forest hero, pahlawan yang menyelamatkan hutan kita,” ujar Raja Juli.
Menurut Menhut, aksi Rudi menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah dan aparat.
Keterlibatan masyarakat, terutama warga yang berada di sekitar wilayah rawan kebakaran, dinilai juga memiliki peran penting dalam upaya pengendalian karhutla.