Hal senada disampaikan Talita Zharani Aprilia, siswi kelas XII jurusan DKV. Ia mengibaratkan AI seperti pisau yang dapat memberikan manfaat maupun dampak buruk tergantung bagaimana teknologi tersebut digunakan.
"AI bisa menjadi pisau, ketika orang menggunakannya dengan baik maka akan memberikan manfaat positif, tetapi AI juga bisa melukai seseorang ketika tidak bisa menggunakannya dengan baik," kata Talita.
Polisi Jelaskan Tiga Tujuan Program Paham AI
Kapolres Pemalang AKBP Rendy Setia Permana melalui perwakilan Bagian Sumber Daya Manusia (SDM) Polres Pemalang, Iptu Prayitno, menjelaskan bahwa program Paham AI memiliki tiga tujuan utama.
Pertama, memperkuat literasi digital para pelajar. Kedua, meningkatkan kewaspadaan dalam memanfaatkan teknologi. Ketiga, memberikan pemahaman kepada generasi muda mengenai cara kerja AI sekaligus bagaimana menggunakannya secara tepat.
"Pertama memperkuat literasi digital pelajar, kedua meningkatkan kewaspadaan, dan ketiga memberikan bekal kepada generasi muda agar mengetahui cara kerja AI dan menggunakannya dengan baik," ujar Prayitno.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai pengertian dasar Artificial Intelligence, manfaat dan dampak negatif AI, serta cara menggunakan teknologi tersebut secara aman, etis, dan bertanggung jawab.
Baca Juga: Gus Miftah Tegaskan Istana Tak Intervensi Muktamar ke-35 NU: Jangan Jual Nama Presiden
Selain itu, polisi juga memberikan pemahaman mengenai bahaya penyebaran informasi palsu atau hoaks di tengah perkembangan teknologi digital.
Sosialisasi AI Akan Menyasar SMA dan SMK di Pemalang
Polres Pemalang memastikan kegiatan edukasi mengenai AI tidak berhenti di SMKN 1 Pemalang.
Ke depan, program serupa akan dijadwalkan secara berkelanjutan di berbagai SMA dan SMK yang berada di wilayah Kabupaten Pemalang.
"Ke depan Polres Pemalang akan menjadwalkan sosialisasi serupa ke seluruh SMA dan SMK di wilayah Kabupaten Pemalang secara berkelanjutan," pungkas Prayitno.***