nasional

Mahfud MD Kritik Sayembara Tangkap Begal ala Dedi Mulyadi, Ingatkan Bahaya Anarki dan Salah Sasaran

Kamis, 30 Juli 2026 | 06:20 WIB
Mahfud MD menyoroti tentang sayembara penangkapan begal yang dicetuskan Gubernur Jawa Barat. (YouTube/Mahfud MD Official)

Selain berpotensi memicu aksi main hakim sendiri, Mahfud juga menilai sayembara tersebut dapat menimbulkan risiko salah sasaran.

Ia mencontohkan kemungkinan seseorang menjadi korban pengeroyokan hanya karena diteriaki sebagai pelaku kejahatan, padahal belum tentu benar.

Baca Juga: 5 Pemain Bundesliga yang Direkrut Barcelona dalam 10 Tahun Terakhir, Karim Adeyemi Jadi Rekrutan Terbaru

Mahfud bahkan mengisahkan pengalaman pribadinya ketika pernah mengalami kesalahpahaman terkait tuduhan pencurian telepon genggam yang nyaris berujung pada tindakan massa.

Menurutnya, kejadian seperti itu menjadi alasan penting mengapa penegakan hukum harus dilakukan oleh aparat yang memiliki kewenangan dan prosedur yang jelas.

Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah hingga Rp50 Juta

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengumumkan program sayembara bagi warga yang berhasil melumpuhkan pelaku begal, jambret, maupun copet sebelum menyerahkannya kepada pihak kepolisian.

Baca Juga: KPK Dalami Temuan Uang Geledah Kasus PUPR Riau, Plt Gubernur Sofyan Hariyanto Diperiksa sebagai Saksi

Dalam program tersebut, masyarakat dijanjikan hadiah dengan nominal mulai Rp5 juta hingga Rp50 juta, dengan syarat pelaku diserahkan kepada aparat dalam keadaan hidup untuk diproses sesuai hukum yang berlaku.

Kebijakan itu kemudian memunculkan berbagai tanggapan dari publik, termasuk kritik dari sejumlah tokoh yang menilai penanganan tindak kriminal tetap harus mengedepankan prinsip negara hukum.***

Halaman:

Tags

Terkini