TITIKTEMU.CO – Penyelidikan kasus tewasnya Sumarna (41), petugas keamanan Waduk Jatiluhur yang ditemukan meninggal dunia dengan kedua tangan terborgol, masih terus berlangsung. Di tengah proses tersebut, muncul berbagai spekulasi di media sosial yang mengaitkan kematian korban dengan dugaan keterlibatan kelompok geng motor.
Sejumlah unggahan yang beredar bahkan menampilkan foto beberapa pria yang disebut-sebut memiliki kaitan dengan peristiwa tersebut. Meski demikian, kepolisian menegaskan seluruh informasi itu masih dalam tahap pendalaman.
Polisi Dalami Dugaan Keterlibatan Geng Motor
Kabid Humas Polda Jawa Barat, Kombes Hendra Rochmawan, mengatakan pihaknya mengetahui adanya informasi yang ramai beredar di media sosial mengenai dugaan keterlibatan kelompok geng motor dalam kasus tersebut.
Menurutnya, setiap informasi yang muncul tetap akan ditelusuri sebagai bagian dari proses penyelidikan. Namun, polisi menegaskan bahwa penanganan perkara tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah.
Hendra menjelaskan, seseorang baru dapat ditetapkan sebagai tersangka apabila penyidik telah memiliki bukti permulaan yang cukup sesuai ketentuan hukum.
Kepala Desa Bantah Ada Cekcok dengan Kelompok Geng Motor
Isu keterlibatan geng motor mencuat setelah beredar informasi mengenai coretan bertuliskan inisial "RPM" dan "GBR" di sekitar tanggul Waduk Jatiluhur.
Selain itu, muncul pula kabar yang menyebut korban sempat berselisih dengan orang-orang yang diduga berasal dari kelompok tersebut.
Namun, Kepala Desa setempat memberikan penjelasan berbeda. Dalam keterangannya kepada Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, ia mengatakan Sumarna hanya sempat menanyakan kepada beberapa pemuda mengenai aksi vandalisme berupa coretan di kawasan tanggul.
Korban disebut meminta agar pihak yang bertanggung jawab menghapus coretan tersebut apabila mengetahui pelakunya.
Menurut Kepala Desa, peristiwa tersebut tidak berkembang menjadi pertengkaran ataupun konflik fisik.