nasional

El Nino Kuat Sudah Datang, tapi Jakarta Malah Begini dalam 5 Hari ke Depan

Rabu, 29 Juli 2026 | 09:54 WIB

TITIKTEMU.CO-El Nino kuat sudah mengetuk pintu Indonesia, tetapi Jakarta belum menunjukkan wajah kemarau yang ekstrem. Dalam lima hari ke depan, langit Ibu Kota justru masih akan dihiasi awan, cerah berawan, dan hujan ringan di sejumlah wilayah.

Prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) pada Rabu (29/7/2026) menunjukkan sebagian besar wilayah Jakarta relatif kondusif. Artinya, meski ancaman El Nino mulai meningkat secara nasional, warga Jakarta belum perlu membayangkan lima hari ke depan sebagai rangkaian hari panas tanpa hujan.

Jakarta Masih Dapat Hujan Ringan

Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu diperkirakan lebih banyak mengalami cuaca berawan pada awal periode prakiraan. Setelah itu, kondisi langit perlahan bergeser menjadi cerah atau cerah berawan.

Baca Juga: Program MBG Disebut Bikin Negara “Boros” Rp10,5 Triliun Setahun, Kejagung Bongkar Hasil Audit BPKP

Ada sedikit pengecualian di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kedua wilayah tersebut masih berpeluang mendapatkan hujan ringan pada hari kedua prakiraan sebelum kembali memasuki pola cerah berawan hingga cerah.

Suhu udara juga tidak main-main, tetapi masih berada dalam rentang yang lazim untuk Jakarta. BMKG memperkirakan suhu berkisar 24–34 derajat Celsius, dengan suhu tertinggi berpotensi menyentuh 34 derajat Celsius di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur.

Sementara itu, suhu terendah sekitar 24–25 derajat Celsius diperkirakan muncul pada malam hingga dini hari.

Baca Juga: Dana Operasional Bea Cukai Ternyata Dipakai untuk Misi Intelijen Rahasia, Uangnya dari Mana?

El Nino Kuat, Apa yang Berubah?

Situasinya menjadi lebih serius jika pandangan diperlebar dari Jakarta ke wilayah Indonesia lainnya. Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyatakan Indonesia telah masuk kategori El Nino kuat.

Fenomena El Nino berkaitan dengan peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik. Ketika suhunya berada lebih dari 0,5 derajat Celsius di atas kondisi normal, El Nino dinyatakan aktif dan dapat mengubah pola cuaca di Indonesia.

Dampak yang paling dikhawatirkan adalah berkurangnya curah hujan. Kalau berlangsung cukup lama, kondisi ini bisa merembet ke persoalan yang jauh lebih besar: kekeringan, berkurangnya ketersediaan air bersih, sampai meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Baca Juga: Jelang OTT KPK, Ada “Bersih-Bersih” di Bea Cukai? Kesaksian Ini Bikin Sidang Memanas

Halaman:

Tags

Terkini