nasional

Harga Emas Pekan Depan Bisa Naik-Turun Tajam, Ini Level yang Wajib Diperhatikan

Senin, 27 Juli 2026 | 15:09 WIB
(Pixabay)

Suku Bunga AS Jadi Kartu Penting

Faktor lain yang tidak kalah menentukan adalah kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat. Pertemuan bank sentral pada pekan depan berlangsung ketika harga minyak mentah sedang meningkat.

Kenaikan harga minyak dapat mendorong inflasi. Jika inflasi tetap tinggi, bank sentral Amerika berpotensi mempertahankan suku bunga pada level tinggi, bahkan pasar juga mengantisipasi kemungkinan kenaikan suku bunga.

Baca Juga: Dudung Bicara Keras soal Pencuri Ayam Tewas di Bali: Salah Tetap Salah, Tapi Nyawa Bukan Hukuman

Suku bunga tinggi biasanya membuat dolar AS lebih kuat. Kondisi tersebut dapat memberikan tekanan terhadap harga emas dunia yang diperdagangkan dalam dolar.

Menariknya, pelemahan rupiah justru bisa menjadi penahan bagi harga logam mulia di pasar domestik. Ibrahim memperkirakan rupiah berpotensi melemah hingga melewati Rp18.000 per dolar AS, bahkan sekitar Rp18.200 dapat menjadi level yang ikut menahan penurunan harga emas dalam rupiah.

Jadi, pergerakan harga emas pekan depan kemungkinan tidak sesederhana “naik atau turun”. Ada geopolitik, dolar, minyak, suku bunga, perang dagang, dan rupiah yang saling tarik-menarik.***

Halaman:

Tags

Terkini