Salim mengungkapkan bahwa ketika koperasi mulai beroperasi, belum tersedia bantuan modal dari pemerintah maupun skema pembiayaan lainnya.
Operasional koperasi saat itu masih mengandalkan simpanan pokok dan simpanan wajib para anggota sebagai sumber modal usaha.
Ia menambahkan, bantuan pembiayaan melalui Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) hingga kini masih berada dalam proses, sementara pembangunan gerai permanen tengah dikerjakan oleh Agrinas.
Modal Terbatas dan Pengelolaan Jadi Tantangan
Menurut Salim, keterbatasan modal menjadi salah satu hambatan utama dalam mengembangkan usaha koperasi.
Selain persoalan permodalan, kapasitas pengurus dalam mengelola koperasi juga dinilai masih perlu diperkuat agar operasional usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
Pemerintah daerah, kata dia, terus memberikan pendampingan kelembagaan dan pembinaan kepada seluruh koperasi yang telah terbentuk.
Puluhan Kopdes di Batam Masih Berproses
Meski salah satu gerai mengalami kendala operasional, program Koperasi Merah Putih di Kota Batam tetap berjalan.
Salim menyebut seluruh 64 kelurahan di Batam telah memiliki koperasi yang terbentuk.
Namun, pembangunan gerai fisik belum seluruhnya rampung karena masih terkendala ketersediaan lahan.
Baca Juga: Istana Ungkap Alasan Nanik S Deyang Diusulkan Jadi Dewan Pengawas BGN usai Mundur sebagai Kepala
Dari sekitar 45 lokasi yang telah memiliki lahan, sebanyak 43 gerai sudah dibangun, sementara sisanya masih dalam proses pengajuan maupun pencarian lokasi.
Pemerintah Kota Batam juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak, termasuk Kodim dan Agrinas, guna mempercepat pembangunan gerai Koperasi Merah Putih di berbagai wilayah sehingga dapat segera beroperasi secara optimal.***