Sudaryono Resmi Pimpin BGN, Tegaskan Tak Punya Dapur SPPG hingga Janji Tata Kelola Transparan

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Kamis, 23 Juli 2026 | 09:25 WIB
Kepala BGN Sudaryono yang baru usai dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta. (Tangkapan layar YouTube/Sekretariat Presiden)
Kepala BGN Sudaryono yang baru usai dilantik oleh Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta. (Tangkapan layar YouTube/Sekretariat Presiden)

TITIKTEMU.CO – Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) menggantikan Nanik S Deyang di Istana Negara, Jakarta, Rabu (22/7/2026).

Pelantikan tersebut dilakukan setelah Nanik S Deyang mengundurkan diri dari jabatannya untuk fokus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Usai resmi menjabat, Sudaryono menyampaikan komitmennya untuk membenahi Badan Gizi Nasional agar semakin profesional, transparan, dan akuntabel dalam menjalankan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Ini amanah besar bagi saya karena Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas Bapak Prabowo Subianto dan Pak Gibran Rakabuming Raka," ujar Sudaryono kepada awak media.

Baca Juga: Viral KA Brantas Nyaris Tabrak Truk di Kediri, Palang Perlintasan Tak Tertutup Diduga karena Petugas Langgar SOP

Tegaskan Tak Memiliki Dapur SPPG

Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono juga menepis anggapan yang mengaitkan dirinya maupun keluarganya dengan pengelolaan dapur Program Makan Bergizi Gratis atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Ia menegaskan tidak memiliki dapur SPPG dan memastikan keluarganya juga tidak terlibat dalam pengelolaan program tersebut.

"Tidak ada. Saya tidak punya SPPG, saya tidak punya dapur, dan keluarga saya juga tidak memiliki dapur ataupun SPPG," tegasnya.

Janji Benahi Tata Kelola BGN

Sudaryono mengatakan, salah satu fokus utamanya setelah menjabat adalah memperbaiki tata kelola BGN agar seluruh proses berjalan secara terbuka dan dapat dipertanggungjawabkan.

Menurutnya, setiap mekanisme yang selama ini belum transparan akan dibenahi, termasuk dengan memperkuat sistem administrasi berbasis digital sehingga seluruh aktivitas memiliki rekam jejak yang jelas.

Baca Juga: Istana Ungkap Alasan Nanik S Deyang Diusulkan Jadi Dewan Pengawas BGN usai Mundur sebagai Kepala

Ia berharap digitalisasi dapat meminimalkan potensi penyimpangan serta meningkatkan akuntabilitas lembaga.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X