Ia mengaku sempat mengingatkan Prabowo agar berhati-hati dalam menentukan besaran defisit anggaran karena dapat memengaruhi kepercayaan pasar dan stabilitas ekonomi nasional.
Menurutnya, Presiden menerima masukan tersebut dan kemudian menyesuaikan arah kebijakan fiskal pemerintah.
"Beliau bisa menerima masukan, menyerap berbagai pendapat, lalu menerapkannya dengan baik. Sekarang justru beliau menginginkan defisit anggaran ditekan, tetapi saya menyampaikan bahwa ekonomi masih membutuhkan stimulus sehingga penurunannya dilakukan secara bertahap," jelasnya.
Purbaya menilai banyak masyarakat salah memahami cara Presiden mengambil keputusan karena tidak mengetahui proses diskusi yang terjadi di internal pemerintahan.
"Presiden itu pintar, jadi jangan takut menyampaikan masukan. Beliau mau mendengarkan dan mempertimbangkannya," tegasnya.
Singgung Strategi Sumitronomics
Selain membahas APBN, Purbaya juga menyinggung arah kebijakan ekonomi pemerintahan Prabowo yang menurutnya mengadopsi konsep Sumitronomics.
Ia menjelaskan bahwa pendekatan tersebut menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni menjaga stabilitas ekonomi, mendorong pertumbuhan, serta menciptakan pemerataan pembangunan.
Menurut Purbaya, setiap kebijakan baru memang memiliki risiko. Namun, pemerintah memilih terus melakukan perbaikan secara bertahap dibanding mempertahankan pola lama yang dinilai kurang efektif.
"Setiap langkah baru pasti memiliki risiko. Yang penting berani mengambil keputusan dan terus memperbaikinya ke depan," pungkasnya.***