nasional

B50 Segera Meluas, Tapi Tunggu Dulu! Tidak Semua Mobil Diesel Aman Menggunakannya

Selasa, 30 Juni 2026 | 19:19 WIB
B50 dinilai ramah lingkungan, tetapi belum tentu cocok untuk semua mesin diesel modern (Pinterest.com)

TITIKTEMU.CO-Banyak pemilik mobil diesel mungkin berpikir satu hal ketika mendengar program B50: isi saja tangki seperti biasa, lalu lanjut jalan. Kenyataannya tidak sesederhana itu.

Di tengah dorongan pemerintah untuk memperluas penggunaan biodiesel B50, muncul pertanyaan penting yang mulai ramai dibahas para pengguna kendaraan diesel. Apakah semua mesin diesel benar-benar siap menggunakan bahan bakar ini?

Jawabannya ternyata tidak selalu.

B50 merupakan bahan bakar yang menggabungkan solar dengan kandungan biodiesel hingga 50 persen. Program ini menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor bahan bakar sekaligus menekan emisi yang dihasilkan sektor transportasi.

Baca Juga: Lee Dong Wook Bangkit dari Kematian? Fakta Season 2 A Shop for Killers yang Bikin Fans Tidak Tenang

Dari sisi lingkungan dan energi nasional, langkah tersebut dianggap memiliki banyak manfaat. Namun dari sisi teknis kendaraan, ada beberapa hal yang tidak boleh diabaikan.

Salah satu faktor yang paling sering menjadi perhatian adalah kandungan sulfur.

Bagi sebagian orang, sulfur mungkin terdengar seperti istilah yang hanya dipahami teknisi bengkel. Padahal, zat ini memiliki pengaruh besar terhadap kesehatan mesin diesel, terutama pada kendaraan generasi terbaru.

Baca Juga: Honda Tersandung untuk Pertama Kalinya dalam Hampir 70 Tahun, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Menurut praktisi otomotif dan pemilik bengkel spesialis Toyota serta Mitsubishi, Muchlis, kandungan sulfur dalam bahan bakar menjadi parameter utama yang harus diperhatikan sebelum kendaraan beralih ke B50.

Masalahnya, mesin diesel modern dirancang dengan standar yang semakin ketat.

Setiap generasi mesin memiliki kebutuhan bahan bakar yang berbeda. Mesin diesel berstandar emisi Euro 4 umumnya membutuhkan bahan bakar dengan kandungan sulfur maksimal 50 ppm. Sementara mesin Euro 5 dan Euro 6 membutuhkan kadar yang jauh lebih rendah, yakni sekitar 10 ppm.

Baca Juga: Kilas Balik Kasus Korupsi Chromebook Nadiem Makarim: Dari Penetapan Tersangka hingga Divonis 10 Tahun Penjara

Perbedaan ini bukan sekadar angka di atas kertas.

Halaman:

Tags

Terkini