nasional

Kenapa Orang di Kota Besar Punya Lebih Banyak Teman tapi Lebih Kesepian?

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:49 WIB
Ilustrasi Kesepian di kota besar makin umum terjadi (Desain AI)

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah ke Dolar AS Hari Ini Sentuh Rp17.883, Simak Kurs BCA, BNI, dan Mandiri

Ketika Percakapan Digantikan Notifikasi

Teknologi membantu manusia tetap terhubung, tetapi tidak selalu memenuhi kebutuhan emosional.

Mengirim emoji, membalas cerita, atau memberi komentar memang menciptakan interaksi. Namun otak manusia tetap membutuhkan percakapan yang lebih dalam, kontak tatap muka, dan rasa dimengerti oleh orang lain.

Inilah alasan mengapa seseorang bisa menghabiskan berjam-jam berinteraksi secara digital tetapi tetap merasa kesepian ketika hari berakhir.

Baca Juga: Balikpapan Diam-Diam Jadi Kota Terbaik untuk Hidup di Indonesia

Robert Putnam dan Hilangnya Social Capital

Fenomena ini sebenarnya sudah diprediksi oleh ilmuwan politik dan sosiolog Robert Putnam melalui konsep social capital.

Dalam penelitiannya, Putnam menjelaskan bahwa masyarakat modern mengalami penurunan ikatan sosial yang kuat. Dulu orang lebih sering terlibat dalam kegiatan lingkungan, organisasi lokal, komunitas keagamaan, atau aktivitas sosial yang menciptakan rasa memiliki.

Saat ini, terutama di kota besar, banyak orang hidup lebih individualistis. Waktu habis untuk bekerja, perjalanan pulang-pergi, dan aktivitas pribadi.

Akibatnya, hubungan sosial yang dulu terbentuk secara alami semakin berkurang.

Baca Juga: Dari Bandung ke Bintang Tiga: Kenaikan Pangkat Kapolda Jabar yang Jadi Sorotan Nasional

Dekat Secara Fisik, Jauh Secara Emosional

Salah satu ironi kehidupan urban adalah kita tinggal sangat dekat dengan banyak orang, tetapi jarang benar-benar mengenal mereka.

Tetangga berganti tanpa pernah saling menyapa. Rekan kerja bertemu setiap hari tetapi hubungan berhenti di urusan pekerjaan. Bahkan dalam pertemanan, percakapan sering kali terbatas pada kesibukan dan pencapaian.

Ketika hubungan menjadi transaksional, kebutuhan manusia untuk merasa diterima dan dipahami tidak terpenuhi.

Baca Juga: Lolos dari Dakwaan Terberat, Tapi Tetap Terjerat? Fakta Menarik di Balik Putusan Hakim untuk Nadiem

Cara Mengurangi Kesepian di Tengah Keramaian

Kesepian tidak selalu bisa diatasi dengan menambah jumlah teman. Yang lebih penting adalah membangun hubungan yang autentik.

Halaman:

Tags

Terkini