nasional

Kenapa Orang di Kota Besar Punya Lebih Banyak Teman tapi Lebih Kesepian?

Selasa, 30 Juni 2026 | 17:49 WIB
Ilustrasi Kesepian di kota besar makin umum terjadi (Desain AI)

 TITIKTEMU.CO-Kesepian di kota besar terdengar seperti sebuah kontradiksi.

Bagaimana mungkin seseorang yang setiap hari bertemu ratusan orang, memiliki banyak kontak di ponsel, aktif di media sosial, dan punya lingkaran pertemanan luas justru merasa sendiri?

Namun faktanya, fenomena ini semakin umum terjadi. Banyak penghuni kota besar mengaku memiliki lebih banyak teman dibanding generasi sebelumnya, tetapi tetap merasakan kehampaan emosional yang sulit dijelaskan.

Inilah yang oleh para psikolog disebut sebagai loneliness paradox—semakin terhubung, tetapi semakin kesepian.

Baca Juga: Toilet Training Gagal Terus? Mungkin Kamu yang Belum Siap, Bukan Anaknya

Kesepian di Kota Besar Bukan Sekadar Perasaan

Data dari Loneliness Index Cigna menunjukkan bahwa rasa kesepian menjadi masalah yang semakin serius di berbagai kelompok usia.

Menariknya, tingkat kesepian tidak selalu berkaitan dengan jumlah orang yang ada di sekitar seseorang.

Artinya, seseorang bisa tinggal sendirian dan merasa baik-baik saja, sementara orang lain yang setiap hari berada di tengah keramaian justru merasa terisolasi.

Psikologi modern menjelaskan bahwa kesepian bukan soal kuantitas hubungan, melainkan kualitas koneksi emosional yang dimiliki seseorang.

Baca Juga: Balikpapan Diam-Diam Jadi Kota Terbaik untuk Hidup di Indonesia

Banyak Teman, Tapi Hubungannya Dangkal

Di kota besar, kesempatan bertemu orang baru memang jauh lebih banyak. Lingkungan kerja, komunitas, media sosial, hingga aplikasi pertemanan membuat jaringan sosial semakin luas.

Masalahnya, tidak semua hubungan tersebut memberikan kedekatan yang bermakna.

Banyak interaksi yang hanya terjadi di permukaan. Kita saling menyukai unggahan, bertukar pesan singkat, atau bertemu dalam acara tertentu tanpa benar-benar mengenal satu sama lain secara mendalam.

Akibatnya, seseorang bisa memiliki ratusan kontak tetapi tidak tahu harus menelepon siapa saat sedang mengalami masa sulit.

Halaman:

Tags

Terkini