nasional

Bermain di Dekat Proyek, Bocah 4 Tahun Ini Terjebak 4 Jam di Lubang Sempit hingga Berakhir Tragis

Senin, 29 Juni 2026 | 10:29 WIB
Bocah terjebak lubang proyek di Tebet selama 4 jam. (TikTok @tingting)

TITIKTEMU.CO-Suara riuh malam di kawasan Manggarai mendadak berubah menjadi kepanikan ketika seorang bocah berusia empat tahun hilang dari pandangan teman-teman bermainnya. Tak ada yang menyangka, anak kecil itu ternyata terjatuh ke dalam lubang proyek yang sempit dan dalam, lalu terjebak selama berjam-jam di bawah tanah.

Peristiwa memilukan tersebut terjadi di area pembangunan lapangan multifungsi yang berada di Taman RW 04, Jalan Manggarai Utara II, Kecamatan Tebet, Jakarta Selatan. Korban yang diketahui berinisial I akhirnya berhasil dievakuasi setelah perjuangan panjang tim penyelamat. Namun, takdir berkata lain.

Meski sempat ditemukan dalam kondisi hidup, nyawa bocah tersebut tidak dapat diselamatkan saat perjalanan menuju rumah sakit.

Baca Juga: Tol Boser Makin Dekat Jadi Kenyataan, 14 Desa Ini Bakal Dilewati Jalur yang Bisa Pangkas Perjalanan Jadi 45 Menit

Insiden itu bermula pada Sabtu malam menjelang tengah malam. Saat itu, korban sedang bermain bersama sejumlah temannya di sekitar area proyek yang masih dalam tahap pembangunan. Aktivitas yang awalnya tampak biasa berubah menjadi tragedi ketika sang anak terperosok ke dalam lubang sempit yang berada di lokasi.

Lubang tersebut memiliki kedalaman sekitar 3,5 hingga 4 meter dengan ukuran yang sangat kecil, hanya sekitar 30 x 30 sentimeter. Kondisi itu membuat proses penyelamatan menjadi sangat rumit sejak menit-menit pertama.

Teman-teman korban yang panik segera mencari bantuan. Informasi kemudian diteruskan kepada petugas keamanan setempat dan pihak kepolisian yang langsung menuju lokasi kejadian untuk melakukan penanganan darurat.

Baca Juga: 80% Beasiswa LPDP Kini untuk STEM, Jurusan Non-Teknik Harus Khawatir?

Pada tahap awal, petugas mencoba melakukan evakuasi secara manual. Seorang personel dengan postur tubuh kecil sempat diturunkan ke dalam lubang dengan harapan dapat menjangkau korban dan menariknya keluar.

Namun upaya tersebut tidak berjalan sesuai rencana. Ruang yang sangat sempit, ditambah kondisi korban yang mengalami ketakutan dan trauma, membuat proses penyelamatan tidak bisa dilakukan dengan cepat.

Situasi akhirnya memaksa petugas berkoordinasi dengan berbagai instansi. Tim dari Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan, tenaga medis dari fasilitas kesehatan sekitar, hingga aparat kepolisian diterjunkan untuk membantu operasi penyelamatan.

Baca Juga: Viral Isu 28 Gerbang Tol Jakarta Kena Ganjil Genap, Polisi Tegaskan Aturan Lama dan Beri Penjelasan

Dua unit ekskavator kemudian didatangkan ke lokasi. Alat berat itu digunakan untuk melakukan penggalian secara bertahap dan hati-hati di sekitar titik korban terjebak. Tim penyelamat harus memastikan struktur tanah tetap aman agar tidak terjadi longsoran yang justru membahayakan korban maupun petugas.

Sementara proses berlangsung, area sekitar lokasi ditutup menggunakan garis polisi. Langkah ini dilakukan untuk mengendalikan kerumunan warga yang terus berdatangan sekaligus memberikan ruang kerja yang aman bagi tim penyelamat.

Halaman:

Tags

Terkini