TITIKTEMU.CO-Selama bertahun-tahun, banyak orang percaya bahwa semakin lama seseorang bekerja, semakin besar pula kontribusinya terhadap ekonomi. Namun bagaimana jika ada daerah di Indonesia yang memiliki jam kerja rata-rata 6 jam, tetapi ekonominya tetap tumbuh sehat?
Fakta ini mungkin terdengar mengejutkan, terutama bagi pekerja yang menganggap work-life balance identik dengan produktivitas rendah. Padahal data menunjukkan bahwa hubungan antara jam kerja dan kinerja ekonomi tidak sesederhana itu.
Jam Kerja Rata-Rata 6 Jam yang Menantang Cara Pandang Lama
Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), terdapat sejumlah kota dan wilayah di Indonesia dengan rata-rata jam kerja yang relatif lebih pendek dibanding daerah industri besar.
Baca Juga: Kota Ini Tidak Punya Mall — dan Warganya Justru Lebih Bahagia
Jika dihitung dalam rata-rata harian, sebagian pekerja di wilayah tersebut bekerja sekitar enam jam per hari. Angka ini jauh dari gambaran umum pekerja perkotaan yang sering menghabiskan delapan hingga sepuluh jam sehari di tempat kerja.
Namun yang menarik, kondisi tersebut tidak otomatis membuat perekonomian daerah menjadi lesu. Justru beberapa wilayah tetap mencatat tingkat kesejahteraan dan aktivitas ekonomi yang cukup tinggi.
Mengapa Jam Kerja Pendek Tidak Selalu Berarti Produktivitas Rendah?
Kesalahan terbesar dalam melihat produktivitas adalah mengukurnya hanya dari waktu yang dihabiskan untuk bekerja.
Baca Juga: Kota Paling Ramah Pejalan Kaki di Indonesia — Versi Data
Bayangkan dua orang pekerja. Satu orang bekerja selama 12 jam tetapi sebagian besar waktunya habis untuk rapat yang tidak efektif. Sementara orang lain bekerja enam jam dengan fokus penuh dan dukungan teknologi yang baik.
Siapa yang lebih produktif?
Dalam ekonomi modern, produktivitas lebih banyak ditentukan oleh kualitas pekerjaan, efisiensi proses, keterampilan tenaga kerja, dan penggunaan teknologi. Waktu kerja tetap penting, tetapi bukan satu-satunya faktor penentu.
Karena itu, banyak perusahaan global mulai beralih dari budaya “kerja paling lama” menjadi budaya “hasil terbaik”.
Baca Juga: Kota-Kota Ini Punya Udara Paling Bersih di Indonesia — Cek Datanya
PDRB Per Kapita Memberikan Bukti Menarik
Salah satu indikator yang sering digunakan untuk melihat kekuatan ekonomi daerah adalah Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) per kapita.