TITIKTEMU.CO-Bunyi peluit sebelum matahari terbit menjadi alarm harian bagi ratusan calon manajer Koperasi Desa Merah Putih.
Saat sebagian orang masih terlelap, mereka sudah berbaris di lapangan dengan seragam olahraga, bersiap menjalani hari yang panjang ala pendidikan militer.
Program Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) yang dijalani peserta SPPI memang bukan pengalaman biasa.
Di dalamnya ada kombinasi disiplin, pembentukan karakter, kelas kepemimpinan, hingga latihan fisik yang membuat banyak peserta harus beradaptasi dengan ritme hidup yang benar-benar baru.
Baca Juga: 95 Kali Ekspor ke China, Kini Dirut PT MMS Ditahan: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Salah satu peserta, William Tinting, merasakan langsung perubahan tersebut.
Pria asal Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, itu sebelumnya bekerja di sektor swasta di Jakarta dan terbiasa mengelola aset perusahaan.
Kini, kesehariannya berubah drastis setelah lolos seleksi calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.
Perjalanan menuju barak ternyata tidak sesederhana mengisi formulir pendaftaran.
William harus melewati serangkaian tahapan seleksi yang cukup ketat, mulai dari pendaftaran daring, tes berbasis komputer, tes mental ideologi, wawancara, hingga pemeriksaan kesehatan menyeluruh.
Baca Juga: Huawei Watch GT 2 Pro: Smartwatch Premium dengan Fitur Kesehatan Lengkap dan Desain Elegan
Menurutnya, salah satu tahap paling unik adalah tes mental ideologi.
Ratusan pertanyaan harus dijawab dalam waktu tertentu, bahkan beberapa soal muncul berulang kali dengan susunan berbeda.
Tujuannya bukan sekadar mencari jawaban benar atau salah.