TITIKTEMU.CO-Pernah merasa harga konsultasi dokter, obat-obatan, atau biaya rawat inap semakin mahal dari tahun ke tahun?
Perasaan itu bukan sekadar asumsi.
Inflasi biaya medis memang meningkat lebih cepat dibanding banyak komponen pengeluaran rumah tangga lainnya.
Masalahnya, banyak orang masih memasukkan kesehatan ke dalam kategori "nanti saja", padahal risikonya bisa langsung mengganggu kondisi keuangan dalam satu kejadian tak terduga.
Bagi sebagian orang, menyiapkan dana liburan atau membeli kendaraan baru terasa lebih mendesak.
Namun data menunjukkan bahwa biaya kesehatan justru menjadi salah satu pengeluaran yang paling cepat mengalami kenaikan dalam beberapa tahun terakhir.
Baca Juga: Kota yang Paling Bikin Bahagia di Indonesia Bukan Jakarta — Data BPS Justru Menunjuk Kota Ini
Inflasi Biaya Medis Lebih Tinggi dari yang Banyak Orang Kira
Berbagai laporan industri asuransi global menunjukkan bahwa inflasi biaya medis di sejumlah negara Asia, termasuk Indonesia, berada pada level yang relatif tinggi dibanding inflasi umum.
Penyebabnya beragam.
Mulai dari kenaikan harga obat, biaya teknologi kesehatan yang semakin canggih, peningkatan tarif rumah sakit, hingga bertambahnya kasus penyakit kronis seperti diabetes, hipertensi, dan penyakit jantung.
Artinya, biaya yang saat ini terasa masih terjangkau bisa menjadi jauh lebih mahal lima atau sepuluh tahun mendatang.
Jika hari ini biaya tindakan medis tertentu mencapai Rp10 juta, kenaikan tahunan yang konsisten dapat membuat nilainya berlipat dalam beberapa tahun ke depan.