Persoalan energi bukan hanya soal memiliki sumber daya yang cukup. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana pasokan tersebut dikelola, didistribusikan, dan disiapkan untuk menghadapi situasi darurat.
Banyak pihak kini mendorong evaluasi menyeluruh terhadap manajemen logistik batu bara, kontrak pasokan, jadwal pemeliharaan pembangkit, hingga sistem mitigasi risiko.
Karena pada akhirnya, masyarakat tidak terlalu peduli apakah masalahnya berasal dari batu bara, pembangkit, atau urusan teknis lainnya.
Yang mereka inginkan sederhana: menekan sakelar, dan lampu tetap menyala.***