nasional

Tawa dan Haru Menyatu di Panggung Ramayana Balekambang: Kisah "Shinta Ilang" Memikat Ribuan Penonton

Sabtu, 30 Mei 2026 | 21:07 WIB
Di penghujung libur panjang akhir Mei 2026, ribuan orang memilih menikmati malam dengan menyaksikan pementasan Ramayana Balekambang (Titiktemu/Andika Istimewa)

Nilai-nilai tentang kesetiaan, pengorbanan, dan keteguhan hati itulah yang membuat kisah Ramayana tetap relevan hingga sekarang. Meski berasal dari cerita klasik, pesan yang terkandung di dalamnya masih dekat dengan kehidupan masyarakat modern.

Keberhasilan "Shinta Ilang" sekali lagi menegaskan posisi "Ramayana Balekambang" sebagai salah satu ikon pertunjukan budaya di Kota Solo. Di tengah derasnya arus hiburan digital, ribuan orang masih rela meluangkan waktu untuk menikmati pertunjukan tradisional yang sarat nilai dan makna.

Malam di Taman Balekambang pun berakhir dengan tepuk tangan panjang. Namun bagi banyak penonton, kisah tentang Shinta, Rama, dan pengorbanan Jatayu tampaknya akan tinggal lebih lama dalam ingatan. Sebab dari sebuah panggung terbuka di Solo, mereka tidak hanya menyaksikan pertunjukan seni, tetapi juga merasakan kembali makna kehilangan, kesetiaan, dan cinta yang tak lekang oleh zaman.

Sebagaimana pertunjukan sendratari yang rutin digelar di tempat wisata ini, animo penonton untuk menyerbu para pemeran di panggung untuk berswafoto tidak dapat dihindari. ***

Halaman:

Tags

Terkini