TITIKTEMU.CO-Misteri di balik kecelakaan antara Commuter Line (KRL) dan taksi online Green SM akhirnya mulai terkuak.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) resmi membeberkan temuan terbarunya dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI pada Kamis, 21 Mei 2026 — dan hasilnya cukup mengejutkan banyak pihak.
Sistem Kendaraan Tidak Bermasalah
Selama ini beredar spekulasi bahwa medan magnet dari rel kereta menjadi biang keladi matinya sistem kendaraan listrik tersebut.
Namun KNKT mematahkan asumsi itu secara tegas.
Berdasarkan analisis data dari on board unit (OBU) kendaraan bernomor polisi B 2864 SBX, tidak ditemukan satu pun catatan kesalahan atau malfungsi sistem dalam rentang satu jam sebelum kecelakaan berlangsung.
Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono juga menambahkan bahwa kendaraan tersebut telah lulus uji electro magnetic compatibility (EMC) mengikuti standar India.
Satu catatan penting: Indonesia sendiri belum mewajibkan pengujian EMC, sehingga aspek ini tidak bisa dijadikan dasar tuntutan.
Kendaraan pun telah dilengkapi fitur keselamatan berupa Electric Parking Lock Module.
Drama di Perlintasan: Kronologi yang Membuka Mata
Yang terjadi di perlintasan sebidang itu ternyata jauh lebih kompleks dari yang dibayangkan. Menurut rekonstruksi data KNKT, kendaraan awalnya berjalan normal dalam posisi transmisi D dengan kecepatan rata-rata 15 km/jam.
Namun tiba-tiba transmisi berpindah ke posisi N — netral — dan kendaraan mulai meluncur perlahan di jalan menurun dengan kecepatan 3–7 km/jam.
Di sinilah situasi mulai kritis.