Titik Balik yang Mengubah Hidup
Perubahan besar terjadi pada tahun 2014 ketika Rif’an diterima di program Rumah Kepemimpinan yang menyediakan tempat tinggal serta uang saku bulanan sehingga untuk pertama kalinya ia bisa menabung dan mulai memikirkan masa depan dengan lebih optimis.
Menjelang kelulusan, ia memutuskan mengikuti program di Kampung Inggris Pare untuk meningkatkan kemampuan bahasa Inggris sambil tetap menjalani hidup sangat hemat.
Di tempat itu skor TOEFL-nya meningkat drastis dari sekitar 456 menjadi 570 meskipun ia sempat mengalami kejadian pahit ketika uang Rp1 juta untuk biaya tes dicopet saat turun dari bus.
Persahabatan yang Menyelamatkan Mimpi
Ketika hampir tidak memiliki uang, teman-temannya di Pare bergotong royong mengumpulkan dana hingga sekitar Rp800 ribu agar ia tetap bisa mengikuti tes TOEFL yang kemudian membuka jalan menuju beasiswa LPDP.
Pada Desember 2018 Rif’an berangkat ke Amerika Serikat untuk menempuh studi magister di Arizona State University dan ibunya menyiapkan bekal kering tempe yang sederhana namun penuh makna sebagai simbol kasih sayang dan doa perjalanan.
Walau memperoleh beasiswa luar negeri, ia tetap menjalani kehidupan sederhana dengan memasak sendiri dan memanfaatkan food bank kampus agar pengeluaran tetap hemat.
Pada tahun 2024 Rif’an kembali meraih beasiswa LPDP dan melanjutkan studi doktoral di Wageningen University & Research di Belanda dengan fokus pada pengelolaan sumber daya air dan pertanian.
Bagi Rif’an, perjalanan dari keluarga sederhana hingga menempuh pendidikan di kampus dunia adalah pengingat bahwa setiap usaha yang dijalani dengan tekun selalu menemukan jalannya karena seperti pepatah Jawa yang ia yakini, “Gusti mboten sare,” Tuhan tidak pernah tidur.***