TITIKTEMU.CO - Peristiwa Nuzulul Qur’an yang diperingati setiap tanggal 17 Ramadan merupakan salah satu momen paling monumental dalam sejarah Islam karena pada malam inilah wahyu pertama Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril sebagai awal dari turunnya kitab suci yang menjadi petunjuk hidup bagi seluruh umat manusia hingga akhir zaman.
Sejarah Turunnya Al-Qur’an pada Malam 17 Ramadan
Nuzulul Qur’an secara harfiah berarti “turunnya Al-Qur’an”, yaitu peristiwa ketika Allah SWT pertama kali menurunkan wahyu kepada Nabi Muhammad SAW di Gua Hira, sebuah tempat yang terletak di Jabal Nur, dekat Kota Makkah.
Pada saat itu Rasulullah sedang melakukan tahannuts atau menyendiri untuk beribadah dan merenung tentang kondisi masyarakat Arab yang penuh ketidakadilan.
Dalam momen spiritual tersebut, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama berupa Surah Al-Alaq ayat 1-5 yang dimulai dengan perintah membaca.
اقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِي خَلَقَ
خَلَقَ الْإِنسَانَ مِنْ عَلَقٍ
اقْرَأْ وَرَبُّكَ الْأَكْرَمُ
الَّذِي عَلَّمَ بِالْقَلَمِ
عَلَّمَ الْإِنسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْ
Artinya:
“Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia. Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”
Turunnya ayat ini menandai dimulainya risalah kenabian Nabi Muhammad SAW sekaligus awal turunnya Al-Qur’an sebagai pedoman hidup umat Islam.
Mengapa Diperingati pada 17 Ramadan?