nasional

Dari Kampus Inggris ke Pabrik Lokal: Juwairiyyah, Alumni LPDP yang Pulang untuk Bangun Mimpi dan Lapangan Kerja

Sabtu, 28 Februari 2026 | 20:15 WIB
Kisah Juwairiyyah alumni LPDP (Instagram @kakha_series)

TITIKEMU.CO - Perjalanan Juwairiyyah menuju Inggris bukan kisah lurus tanpa jeda, karena ia sempat menunda keberangkatan selama setahun demi menjalani peran sebagai ibu.

Sampai akhirnya pada 2017 terbang bersama suami dan anaknya untuk menempuh studi magister di bidang Digital Business and Innovation Management yang memadukan strategi bisnis modern dengan teknologi seperti AI dan blockchain.

Di bangku kuliah Britania Raya, ia tak sekadar belajar teori, melainkan membuktikan kapasitasnya dengan meraih peringkat pertama dalam ajang hackathon tingkat distrik setelah bersama timnya merumuskan solusi digital dalam waktu dua hari untuk membantu pemerintah lokal mengelola konservasi alam sekaligus meningkatkan pengalaman wisatawan di kawasan Lake District.

Latar belakang bisnis dan teknologi yang ia miliki menjelma menjadi kekuatan ketika ia menyelesaikan studi dengan predikat Distinction, sebuah capaian akademik setara cumlaude yang menegaskan bahwa perjuangannya sebagai ibu sekaligus mahasiswa bukan sekadar simbolik, tetapi nyata dan terukur.

Baca Juga: Resmi Dibuka! Cara Daftar Mudik Gratis Jasa Marga 2026, Syarat, Alur Lengkap dan Fasilitasnya

Pulang Bukan Karena Terpaksa, Tapi Karena Tanggung Jawab

Keputusan Juwairiyyah untuk kembali ke Indonesia di tengah regulasi LPDP yang kala itu belum seketat sekarang bukanlah langkah emosional sesaat, melainkan buah pertimbangan matang yang ia sebut sebagai tanggung jawab moral terhadap tanah air dan keluarga.

Ia memilih meninggalkan zona nyaman kariernya dan fokus membesarkan usaha kecil bernama Kakha, brand pakaian muslim anak yang terinspirasi dari kebutuhan sederhana sebagai ibu yang kesulitan menemukan bahan pakaian nyaman untuk buah hatinya ketika kembali ke Indonesia.

Bisnis yang awalnya dirintis sambil bekerja itu akhirnya menjadi prioritas utama pada 2019 setelah respons positif warganet di Instagram meyakinkannya bahwa produk tersebut punya ruang tumbuh di pasar.

Baca Juga: SPPG Terima Rp 500 Juta per 12 Hari, BGN Klaim Program MBG Jadi Motor Ekonomi Daerah

Pandemi Jadi Titik Balik, Bukan Titik Henti

Saat pandemi Covid-19 mengguncang ekonomi global pada 2020 dan pusat perbelanjaan banyak tutup, Juwairiyyah justru melihat peluang di tengah krisis dengan memaksimalkan kanal digital yang telah ia pahami sejak masa kuliah di Inggris.

Brand Kakha menemukan momentum product-market fit melalui produk baju koko anak dan busana seragam keluarga, yang penjualannya melonjak drastis dari 5 ribu potong pada Ramadan 2020 menjadi 300 ribu potong pada Ramadan 2025.

Kolaborasi jangka panjang dengan pasangan selebritas Alyssa Soebandono dan Dude Harlino sebagai brand ambassador semakin memperkuat citra keluarga hangat yang menjadi ruh merek tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini