Setelah itu barulah kebutuhan rumah tangga dan rencana jangka panjang seperti tabungan atau investasi.
Baca Juga: Katalog Promo JSM Indomaret 28 Februari–1 Maret 2026, Diskon Produk Rumah Tangga Spesial Ramadan
Agar lebih terarah, THR bisa dibagi dalam beberapa pos pengeluaran. Sebagian untuk kebutuhan wajib, sebagian untuk tabungan, sebagian untuk berbagi atau sedekah, dan sisanya untuk kesenangan pribadi.
Persentasenya tidak harus sama bagi setiap orang, karena kondisi keuangan berbeda-beda. Yang terpenting adalah ada kesadaran bahwa setiap rupiah memiliki fungsi.
Rasulullah SAW mencontohkan gaya hidup sederhana dan terukur. Meski memiliki kesempatan untuk hidup mewah, beliau tetap memilih kesahajaan.
Teladan ini relevan dalam mengelola THR agar kebahagiaan Lebaran tidak berubah menjadi beban di bulan berikutnya. Kesederhanaan justru menghadirkan rasa cukup.
Pada akhirnya, menentukan prioritas THR adalah latihan pengendalian diri. Yang sering menguras uang bukan kebutuhan pokok, melainkan dorongan emosional ingin terlihat lebih baik atau mengikuti arus sosial.
Dengan berpikir jernih dan terencana, THR bisa menjadi sarana memperkuat keuangan keluarga sekaligus menambah keberkahan rezeki yang telah Allah titipkan.***