Pada usia ini anak mulai memahami instruksi, ia juga belajar disiplin dan tanggung jawab.
Namun pengenalan tidak harus langsung puasa penuh sehari, bisa dimulai setengah hari atau hingga waktu dzuhur.
Bahkan hingga asar sesuai kemampuan fisik anak.
Kesiapan emosional juga penting diperhatikan, setiap anak memiliki ritme tumbuh yang berbeda.
Orang tua tidak perlu membandingkan dengan anak lain.
Fokusnya adalah menumbuhkan cinta pada ibadah.
Bukan sekadar mengejar kuat menahan lapar.
Jika dipaksa sebelum siap, anak bisa merasa tertekan.
Ramadhan yang seharusnya penuh kegembiraan justru menjadi beban.
Islam sendiri adalah agama yang penuh rahmat.
Karena itu pendekatan lembut lebih utama.
Puasa bukan hanya menahan makan dan minum, puasa juga adalah latihan sabar dan latihan empati.
Allah SWT berfirman dalam QS. Al-Baqarah ayat 183 bahwa puasa diwajibkan agar manusia menjadi bertakwa.
Nilai takwa inilah yang mulai ditanamkan sejak kecil.
Agar anak dapat belajar menunda keinginan, belajar mengendalikan emosi, belajar memahami rasa lapar orang lain.