TITIKTEMU.CO - Memasuki hari ke-10 Ramadhan adalah momen penting untuk menata ulang pola hidup agar tubuh tetap sehat dan ibadah tetap maksimal tanpa kehilangan energi.
Hari ke-10 Ramadhan sering menjadi fase adaptasi yang sesungguhnya, karena di titik ini tubuh sudah mulai terbiasa dengan perubahan pola makan dan tidur, tetapi tidak sedikit pula yang mulai merasakan kelelahan, konsentrasi menurun, atau pola makan yang kurang terkontrol.
Saat berbuka, sehingga menjaga kesehatan bukan sekadar kebutuhan fisik melainkan bagian dari kesungguhan menjalani ibadah sebagaimana Allah SWT menegaskan tujuan puasa untuk membentuk ketakwaan dalam QS. Al-Baqarah ayat 183.
Baca Juga: Vonis 15 Tahun untuk Anak Riza Chalid: Babak Baru Skandal Korupsi Minyak Mentah Rp 285 Triliun
Islam sendiri tidak pernah memisahkan antara ibadah dan kesehatan, bahkan Rasulullah SAW bersabda bahwa mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah (HR. Muslim).
Yang menunjukkan bahwa menjaga stamina dan kebugaran adalah bagian dari tanggung jawab spiritual, karena tubuh yang sehat akan membantu kita lebih fokus dalam shalat, tilawah, dan berbagai amal kebaikan lainnya.
Memasuki hari ke-10 ini, sahur seharusnya tidak lagi dijalani sekadar formalitas, melainkan menjadi fondasi energi sepanjang hari dengan memilih makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, protein, dan serat agar rasa kenyang bertahan lebih lama serta kadar gula darah tetap stabil.
Sementara minum yang cukup sejak berbuka hingga sahur perlu dijaga agar tubuh tidak mengalami dehidrasi yang bisa menyebabkan pusing dan lemas di siang hari.
Kebiasaan “balas dendam” saat berbuka juga perlu dihindari karena makan berlebihan justru membuat tubuh terasa berat dan mengganggu ibadah malam, padahal Rasulullah SAW mencontohkan berbuka dengan sederhana dan tidak berlebih-lebihan, sehingga menjaga porsi makan adalah bentuk keseimbangan yang dianjurkan dalam Islam.
Selain pola makan, kualitas tidur juga menjadi faktor penting yang sering diabaikan, sebab kurang tidur dapat menurunkan daya tahan tubuh dan membuat emosi lebih mudah terpancing.
Sehingga mengatur waktu istirahat dengan bijak serta mengambil waktu tidur singkat di siang hari jika memungkinkan dapat membantu menjaga kebugaran tanpa mengganggu aktivitas.
Aktivitas fisik ringan seperti berjalan santai menjelang berbuka atau setelah tarawih juga dapat membantu menjaga metabolisme tetap aktif tanpa menguras energi secara berlebihan, karena puasa bukan berarti berhenti bergerak melainkan menyesuaikan ritme tubuh agar tetap seimbang.