Gestur sederhana itu menjadi potret indah tentang makna cukup.
Ramadan di Tengah Tenda Pengungsian
Video tersebut juga memperlihatkan kondisi warga yang masih bertahan di tenda pengungsian pascabanjir bandang dan tanah longsor yang melanda Aceh pada akhir November 2025.
Deretan tenda berdiri di atas tanah yang masih menyisakan endapan lumpur kering.
Debu beterbangan saat angin berembus, menempel di terpal dan perlengkapan seadanya.
Bagi sebagian orang, Ramadan identik dengan meja makan penuh hidangan.
Namun bagi para penyintas ini, berbuka puasa dilakukan di ruang sempit beratap kain, ditemani kenangan pahit bencana yang belum lama berlalu.
Meski begitu, senyum tetap tersungging.
Doa tetap terucap.
Dan rasa peduli tak pernah padam.
Salah satu relawan yang membagikan makanan bahkan menyelipkan doa tulus, “Semoga makanan ini menguatkan ibu untuk tahajud dan tilawatil Qur’an, dan yang memberi mendapat pahala.”
Baca Juga: Mobil Dinas Rp 8,5 Miliar Tuai Sorotan: DPR Minta Gubernur Kaltim Lebih Peka pada Kondisi Rakyat
Dipuji Warganet, Menginspirasi Banyak Hati
Unggahan tersebut langsung dibanjiri komentar haru dari warganet.
“Mereka kesulitan tapi masih mikirin saudara yang lain,” tulis salah satu akun.