nasional

Profil Dwi Sasetyaningtyas (Tyas), Awardee LPDP yang Di-Blacklist Menkeu Purbaya Usai Kontroversi WNI

Selasa, 24 Februari 2026 | 09:15 WIB
Menyoroti polemik awardee LPDP yang sempat viral karena pamerkan paspor luar negeri anaknya di medsos. (Instagram.com/@pandemictalks - @menkeuri))

TITIKTEMU.CO – Nama Dwi Sasetyaningtyas alias Tyas tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) itu menuai kontroversi setelah mengunggah pernyataan soal status kewarganegaraan anaknya.

Melalui akun Threads @sasetyaningtyas, Tyas sempat menuliskan kalimat, “Cukup aku aja yang WNI, anak-anakku jangan.” Ungkapan tersebut memicu kritik dari sejumlah warganet yang menilai pernyataan itu tidak pantas disampaikan di ruang publik.

Polemik semakin meluas setelah mendapat tanggapan langsung dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Baca Juga: Viral CCTV Pencurian Gas Melon di Suryowijayan Jogja, Pelaku Dihentikan Warga Pakai Stik Golf

Terancam Blacklist dari Pemerintahan

Dalam konferensi pers di Jakarta, Senin (23/2/2026), Purbaya menegaskan bahwa Tyas dan suaminya, Arya Iwantoro, akan dimasukkan ke daftar hitam atau blacklist di lingkungan pemerintahan.

“Blacklist artinya mereka tidak bisa bekerja lagi dengan pemerintah selama saya menjabat, atau bahkan bisa permanen,” ujar Purbaya.

Keputusan tersebut sontak membuat publik penasaran terhadap latar belakang pendidikan dan perjalanan karier Tyas sebagai penerima beasiswa LPDP.

Lulusan ITB dan Delft University of Technology

Berdasarkan penelusuran, Tyas merupakan lulusan Teknik Kimia Institut Teknologi Bandung (ITB). Ia kemudian melanjutkan studi magister di Delft University of Technology, Belanda, pada program Sustainable Energy Technology dengan dukungan beasiswa LPDP. Ia dinyatakan lulus pada 31 Agustus 2017.

Baca Juga: DJP Catat 3,55 Juta SPT Tahunan 2025 Sudah Dilaporkan, Aktivasi Coretax Tembus 14,2 Juta Akun

Selain dikenal sebagai alumni LPDP, Tyas juga merupakan pendiri dan CEO Sustaination, sebuah platform yang fokus pada gaya hidup berkelanjutan. Perusahaan tersebut mulai dirintis pada 2018 saat ia masih tinggal di Belanda.

Sepulang ke Indonesia, Sustaination berkembang menjadi toko daring yang mengkurasi produk-produk ramah lingkungan agar lebih mudah diakses masyarakat luas.

Sampaikan Permintaan Maaf Terbuka

Halaman:

Tags

Terkini