nasional

Kisah Haru Penyintas Banjir Aceh: Baru Beli Kulkas untuk Selamatkan Anak Kucing, Rumah Justru Tertimbun Lumpur

Jumat, 23 Januari 2026 | 14:00 WIB
Cerita warga Pidie Jaya, Aceh yang kini ikut jadi tim memasak di dapur umum. (Instagram/atika_cahyaa)

TITIKTEMU.CO - Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Aceh pada akhir November 2026 masih meninggalkan luka mendalam bagi warga terdampak. Tidak sedikit masyarakat yang kehilangan tempat tinggal, bahkan harus merelakan anggota keluarga akibat bencana hidrometeorologi tersebut.

Di balik duka yang menyelimuti, muncul kisah-kisah kemanusiaan yang mengharukan sekaligus memberi inspirasi. Salah satunya datang dari seorang warga Meunasah Geunteng, Kabupaten Pidie Jaya, bernama Aisyah.

Kulkas Baru untuk Susu Anak Kucing, Habis Diterjang Banjir

Rumah Aisyah kini tak lagi layak huni. Bangunannya tertimbun lumpur hingga hampir setengah tinggi dinding setelah diterjang banjir bandang dan longsor.

Baca Juga: ASN Banda Aceh dan Aceh Besar Kocar-kacir Saat Dirazia Satpol PP, Nongkrong di Warkop Ketika Jam Kerja

Dalam sebuah video yang dibagikan akun Instagram relawan @atika_cahyaa, terlihat sebuah kulkas yang sudah dipenuhi lumpur kering. Di balik benda tersebut, tersimpan cerita pilu.

Aisyah mengungkapkan bahwa kulkas itu baru saja ia beli untuk menyimpan susu anak kucing yang baru lahir. Induk kucing tersebut mati, sehingga anak-anaknya harus dirawat secara khusus.

“Waktu itu ada kucing baru melahirkan, induknya mati. Harus dikasih susu, tapi tidak ada tempat simpan. Jadi saya beli kulkas, tapi tak lama kemudian banjir datang,” tutur Aisyah, dikutip dari video yang diunggah Kamis, 22 Januari 2026.

Ia pun mengakui kulkas tersebut tak bisa lagi digunakan setelah terendam banjir dan lumpur.

Baca Juga: Gaji Guru Honorer Disorot Publik, Ferry Irwandi Ungkap Akar Masalah dan Landasan Hukumnya

Air Datang Tengah Malam, Tak Sempat Selamatkan Barang

Aisyah kemudian menceritakan detik-detik banjir yang datang secara tiba-tiba pada malam hari. Saat itu, ia dan keluarga sudah tertidur sebelum air mulai memasuki rumah.

“Belum jam 12 malam, sudah tidur. Tiba-tiba sepupu mengetuk pintu. Begitu dibuka, air sudah masuk ke dalam rumah. Tidak sempat mengambil apa-apa,” kenangnya.

Ia menyebut hanya pakaian yang melekat di badan yang berhasil diselamatkan. Ketakutan dan kepanikan menyelimuti dirinya saat air terus meninggi.

Halaman:

Tags

Terkini