Kisah Haru Penyintas Banjir Aceh: Baru Beli Kulkas untuk Selamatkan Anak Kucing, Rumah Justru Tertimbun Lumpur

photo author
Achmad Zainur Roziqin, TitikTemu.co
- Jumat, 23 Januari 2026 | 14:00 WIB
Cerita warga Pidie Jaya, Aceh yang kini ikut jadi tim memasak di dapur umum. (Instagram/atika_cahyaa)
Cerita warga Pidie Jaya, Aceh yang kini ikut jadi tim memasak di dapur umum. (Instagram/atika_cahyaa)

“Gemeter, merinding, takut sekali. Kami lari ke meunasah, lalu diberi tahu air naik lagi. Akhirnya ke masjid. Yang paling parah memang di sini,” ujarnya.

Video tersebut juga memperlihatkan kondisi bagian dalam rumah Aisyah yang masih dipenuhi lumpur dan genangan sisa banjir.

Baca Juga: Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, Kia Indonesia Siapkan Strategi Elektrifikasi Jangka Panjang

Tetap Ikhlas dan Turut Masak di Dapur Umum

Karena rumahnya belum memungkinkan untuk ditempati, Aisyah bersama keluarga kini tinggal di tenda pengungsian. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap berupaya membantu sesama.

Sejak hari-hari awal pascabanjir, Aisyah turut memasak di dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para korban.

“Dari hari pertama sampai sekarang, sudah dua bulan. Banyak yang pulang membersihkan rumah, kami merasa kasihan kalau tidak ada yang masak,” ucapnya.

Ia mengaku mengikhlaskan semua musibah yang dialami dan menyerahkan balasannya kepada Tuhan.

“Kalau banyak ujian, berarti Allah sayang. Alhamdulillah, kami senang dan berterima kasih karena banyak yang membantu dan meringankan beban kami,” tuturnya dengan haru.

Baca Juga: SBY Ungkap Kekhawatiran Perang Dunia III, Soroti Gejolak Geopolitik Global yang Kian Memanas

Pidie Jaya Masih Berstatus Tanggap Darurat

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menetapkan status tanggap darurat bencana yang masih berlaku hingga 28 Januari 2026. Status tersebut diberlakukan guna memastikan penanganan korban terdampak berjalan optimal, sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabanjir dan longsor.

Kisah Aisyah menjadi potret keteguhan dan kepedulian di tengah musibah, sekaligus pengingat bahwa solidaritas dan keikhlasan tetap hidup di tengah bencana.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Achmad Zainur Roziqin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X