“Gemeter, merinding, takut sekali. Kami lari ke meunasah, lalu diberi tahu air naik lagi. Akhirnya ke masjid. Yang paling parah memang di sini,” ujarnya.
Video tersebut juga memperlihatkan kondisi bagian dalam rumah Aisyah yang masih dipenuhi lumpur dan genangan sisa banjir.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, Kia Indonesia Siapkan Strategi Elektrifikasi Jangka Panjang
Tetap Ikhlas dan Turut Masak di Dapur Umum
Karena rumahnya belum memungkinkan untuk ditempati, Aisyah bersama keluarga kini tinggal di tenda pengungsian. Meski hidup dalam keterbatasan, ia tetap berupaya membantu sesama.
Sejak hari-hari awal pascabanjir, Aisyah turut memasak di dapur umum untuk memenuhi kebutuhan para korban.
“Dari hari pertama sampai sekarang, sudah dua bulan. Banyak yang pulang membersihkan rumah, kami merasa kasihan kalau tidak ada yang masak,” ucapnya.
Ia mengaku mengikhlaskan semua musibah yang dialami dan menyerahkan balasannya kepada Tuhan.
“Kalau banyak ujian, berarti Allah sayang. Alhamdulillah, kami senang dan berterima kasih karena banyak yang membantu dan meringankan beban kami,” tuturnya dengan haru.
Baca Juga: SBY Ungkap Kekhawatiran Perang Dunia III, Soroti Gejolak Geopolitik Global yang Kian Memanas
Pidie Jaya Masih Berstatus Tanggap Darurat
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya menetapkan status tanggap darurat bencana yang masih berlaku hingga 28 Januari 2026. Status tersebut diberlakukan guna memastikan penanganan korban terdampak berjalan optimal, sekaligus mempercepat pemulihan infrastruktur pascabanjir dan longsor.
Kisah Aisyah menjadi potret keteguhan dan kepedulian di tengah musibah, sekaligus pengingat bahwa solidaritas dan keikhlasan tetap hidup di tengah bencana.***
Artikel Terkait
Beasiswa LPDP S2/S3 2026 Tahap 1 Resmi Dibuka, Ini Jadwal, Program, dan Cara Daftarnya
SBY Ungkap Kekhawatiran Perang Dunia III, Soroti Gejolak Geopolitik Global yang Kian Memanas
Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, Kia Indonesia Siapkan Strategi Elektrifikasi Jangka Panjang
Gaji Guru Honorer Disorot Publik, Ferry Irwandi Ungkap Akar Masalah dan Landasan Hukumnya
ASN Banda Aceh dan Aceh Besar Kocar-kacir Saat Dirazia Satpol PP, Nongkrong di Warkop Ketika Jam Kerja