TITIKTEMU.CO - Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan tanda-tanda peningkatan aktivitas vulkanik.
Pada Kamis (15/1/2026), Pos Pengamatan Gunungapi Semeru mencatat terjadinya awan panas guguran yang meluncur hingga sejauh 4.000 meter dari puncak.
Pemantauan Intensif dari Gunung Sawur
Berdasarkan laporan resmi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi PVMBG, pengamatan dilakukan dari Pos Gunung Sawur pada rentang waktu pukul 12.00 hingga 18.00 WIB.
Selama periode tersebut, aktivitas gunung terus dipantau secara visual dan instrumental.
Baca Juga: Jakarta Tak Mau Menggantung, Tentang Gugatan Status Ibu Kota yang Belum Jelas
Cuaca Mendung, Puncak Tertutup Kabut
Kondisi cuaca di sekitar Semeru terpantau berawan hingga mendung.
Angin bertiup lemah ke arah timur laut dengan suhu udara berkisar antara 22 hingga 25 derajat Celsius.
Secara visual, puncak gunung kerap tertutup kabut dari level rendah hingga sedang, membuat asap kawah dan letusan sulit teramati secara langsung.
Satu Awan Panas, Puluhan Gempa
Meski visual terbatas, instrumen mencatat satu kali kejadian awan panas guguran dengan jarak luncur mencapai 4 kilometer.
Selain itu, terdeteksi 40 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–22 milimeter dan durasi 94–139 detik.