nasional

Radikalisme Masuk Lewat Layar: Ketika Anak-anak Indonesia Terseret Neo-Nazi Digital

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:30 WIB
Ilustrasi Sebanyak 68 anak Indonesia terpapar neo-Nazi lewat grup online (Pinterest @madman)

TITIKTEMU.CO - Ruang digital yang seharusnya menjadi tempat belajar dan bermain ternyata menyimpan sisi gelap.

Aparat kepolisian mengungkap fakta mengejutkan: puluhan anak Indonesia terpapar ideologi ekstrem kanan seperti neo-Nazi dan white supremacy.

Kepala Bareskrim Polri, Komjen Syahardiantono, menyebut jumlah anak yang terdampak mencapai 68 orang dan tersebar di 18 provinsi.

Paparan tersebut diketahui berasal dari interaksi mereka di grup daring bernama True Crime Community (TCC).

Baca Juga: Avatar Bukan Sekadar Film: Ketika Musik, Kostum, dan Efek Visual Bekerja Sejak Awal

Grup Online dan Gim Kekerasan Jadi Pintu Masuk

Menurut keterangan Densus 88 Antiteror Polri, anak-anak tersebut tak terpapar lewat satu jalur saja.

Mereka aktif mengakses berbagai platform digital yang memuat konten kekerasan ekstrem, termasuk gim daring dengan visual gore dan narasi brutal.

Konten-konten ini perlahan membentuk pola pikir agresif, yang kemudian diperkuat oleh narasi ideologi ekstrem di komunitas online tertutup seperti TCC.

Baca Juga: Bukan Sekadar Anggur: Ritual 12 Buah di Bawah Meja yang Dipercaya Mengundang Hoki Tahun Baru

Ideologi Bukan Tujuan, Kekerasan Jadi Pelampiasan

Menariknya, hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa paham neo-Nazi dan white supremacy bukanlah keyakinan utama anak-anak tersebut.

Ideologi itu lebih sering digunakan sebagai pembenaran untuk menyalurkan amarah, dendam, atau rasa tidak suka terhadap lingkungan sekitar.

Dengan kata lain, ideologi ekstrem hanya dijadikan “alasan”, bukan fondasi keyakinan. Kekerasan menjadi tujuan utama, sementara ideologi dipakai sebagai pembungkus.

Halaman:

Tags

Terkini