nasional

Surabaya Tak Sudi Diteror Preman: Ultimatum Eri Cahyadi untuk Ormas yang Melenceng

Rabu, 31 Desember 2025 | 14:30 WIB
Eri Cahyadi ancam bubarkan ormas preman (Instagram @eri_cahyadi_)

TITIKTEMU.CO - Kota Surabaya kembali diuji nurani sosialnya. Kasus pengusiran paksa Nenek Elina Widjajanti (80) dari rumahnya di kawasan Dukuh Kuwukan, Sambikerep, memantik kemarahan publik.

Aksi tersebut diduga dilakukan oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan organisasi masyarakat.

Bagi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, ini bukan sekadar konflik warga, melainkan alarm keras soal premanisme yang tak boleh dibiarkan tumbuh.

Baca Juga: Bumi Gayo Bergejolak, Burni Telong Masuk Siaga III: Alam Kirim Sinyal Serius

Ormas Bukan Tameng untuk Intimidasi

Eri Cahyadi menegaskan, siapa pun yang melakukan kekerasan atau intimidasi dengan membawa nama ormas tetap harus berhadapan dengan hukum.

Menurutnya, identitas organisasi tidak bisa dijadikan perisai untuk menekan warga lemah.

Jika terbukti melakukan praktik premanisme, ia tak ragu merekomendasikan pembubaran ormas tersebut.

Baginya, hukum harus berdiri di atas semua atribut dan kepentingan.

Surabaya, kata Eri, tidak memberi ruang bagi kelompok yang meresahkan masyarakat.

Baca Juga: Rumah Diratakan, Nenek 80 Tahun Terluka: Dugaan Pengusiran Brutal Gegerkan Surabaya

Satgas Anti-Premanisme: Negara Hadir Lebih Dekat

Sebagai langkah nyata, Pemerintah Kota Surabaya berencana membentuk Satgas Anti-Premanisme. Satuan tugas ini akan melibatkan unsur TNI, Polri, serta tokoh-tokoh masyarakat lintas latar belakang.

Tujuannya sederhana namun krusial: mencegah, merespons, dan menindak cepat segala bentuk premanisme.

Halaman:

Tags

Terkini