Dalam unggahan tersebut, Suryo menyampaikan Joseph memberikan penjelasan terkait produk turunan kelapa sawit dan hilirisasi pulp, dua sektor bisnis Joseph.
Joseph Oetomo berafiliasi dengan Royal Golden Eagle (RGE), dikenal sebagai Raja Garuda Emas, konglomerasi yang bergerak di industri berbasis sumber daya, didirikan Sukanto Tanoto tahun 1973.
Hingga kini, RGE memiliki berbagai portofolio bisnis, antara lain, industri kertas dan pulp, minyak kelapa sawit, viscose dan bahan tekstil, konstruksi dan energi, dan properti serta manajemen aset.
Dalam struktur kepengurusan RGE, Joseph tercatat sebagai salah satu direktur penting bersama Mi Wei Dong, yang memimpin operasi RGE di China sejak 2013.
Joseph lebih fokus pada pengembangan produk turunan dari minyak kelapa sawit dan pulp, sektor yang menjadi prioritas ekspansi global RGE.
Baca Juga: Siapa Pemilik Superbank Saat Ini? Kapan IPO dan Apa Produk dan Layanan Unggulannya
Kaitan Toba Pulp dengan Isu Lingkungan
Meski namanya kembali mencuat akibat bencana ekologis di Sumatra, Toba Pulp secara tegas menolak tuduhan tersebut.
Perusahaan bahkan mengklaim telah membuka ruang dialog publik serta mendasarkan semua operasionalnya pada data konservasi yang dapat diverifikasi.
Anwar Lawden menegaskan bahwa perusahaan menghormati aspirasi masyarakat, namun berharap setiap kritik disampaikan berdasarkan informasi akurat.
Pernyataan ini menjadi penting di tengah meningkatnya sorotan terhadap perusahaan yang beroperasi di sektor kehutanan dan sumber daya alam.***