Siapa Pemilik Superbank Saat Ini? Kapan IPO dan Apa Produk dan Layanan Unggulannya

photo author
Abi Zahy, TitikTemu.co
- Senin, 1 Desember 2025 | 16:19 WIB
Siapa pemilik superbank saat ini? Kapan IPO dan apa produk dan layanan unggulannya
Siapa pemilik superbank saat ini? Kapan IPO dan apa produk dan layanan unggulannya

TITIKTEMU.CO - Industri perbankan di Indonesia terus berkembang pesat, menghadirkan inovasi baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Salah satu nama yang mencuri perhatian adalah Superbank, yang kini menjadi salah satu pemain penting di ranah perbankan digital. Meski terdengar seperti nama baru, Superbank sebenarnya memiliki sejarah panjang sejak masih dikenal sebagai PT Bank Fama Internasional.

Transformasi besar-besaran yang dilakukan sejak akuisisi oleh Emtek Group membawa Superbank ke level baru. Dengan dukungan mitra strategis seperti Grab, Singtel, dan KakaoBank, bank ini siap menjadi pelopor di sektor perbankan digital Indonesia. Lalu, bagaimana perjalanan Superbank hingga sampai ke titik ini? 

Dari Bank Fama ke Superbank: Awal Mula Perjalanan

Superbank memulai perjalanannya pada 5 Maret 1993 dengan nama PT Bank Fama Internasional. Berkantor pusat di Bandung, bank ini awalnya berfokus melayani sektor UMKM dengan modal awal sebesar Rp10 miliar. Pemilik awalnya adalah Junus Jen Suherman dan Edi Susanto, pengusaha tekstil yang sukses menjalankan PT Bandung Sakura Textile Mills dan PT Famatex.

Namun, regulasi perbankan yang mengharuskan modal minimum membuat pemilik lama akhirnya menjual saham mereka pada akhir 2021. Di sinilah transformasi besar dimulai. Emtek Group melalui anak usahanya, PT Elang Media Visitama (EMV), mengambil alih mayoritas saham Bank Fama dengan nilai akuisisi sebesar Rp908 miliar.

Siapa Pemilik Superbank Saat Ini?

Saat ini, struktur kepemilikan Superbank melibatkan beberapa nama besar yang mendukung pertumbuhan bank ini sebagai bank digital masa depan:

  1. Emtek Group melalui EMV menjadi pemegang saham terbesar.
  2. Grab Holdings melalui PT Kudo Teknologi Indonesia dengan kepemilikan sekitar 32,3%.
  3. Singtel Alpha Investment Pte Ltd dari Singapura memegang 21,5% saham.
  4. KakaoBank Corp dari Korea Selatan dengan kepemilikan 10%.
  5. Sisanya dimiliki oleh pemegang saham minoritas lokal lainnya.

Kombinasi investor di bidang teknologi dan keuangan ini memberikan fondasi kuat bagi Superbank untuk menghadirkan layanan inovatif bagi masyarakat Indonesia.

Apakah Superbank Sudah IPO?

Banyak yang penasaran apakah Superbank sudah IPO atau belum. Jawabannya adalah belum. Meski sempat direncanakan pada awal 2021, rencana Initial Public Offering (IPO) tersebut batal karena pemegang saham lama menyuntikkan modal tambahan. Setelah diakuisisi oleh Emtek dan mitranya, kebutuhan modal minimum sudah terpenuhi tanpa harus melakukan penawaran saham ke publik.

Namun, peluang IPO di masa depan tetap terbuka lebar, terutama jika Superbank ingin memperluas jangkauan bisnisnya lebih jauh lagi.

Produk dan Layanan Unggulan Superbank

Sebagai bank digital masa depan, Superbank menawarkan berbagai produk dan layanan inovatif yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan masyarakat modern:

  1. Tabungan Digital: Proses pembukaan rekening yang cepat dan mudah melalui aplikasi online.
  2. Pinjaman Digital: Solusi pembiayaan untuk UMKM dan individu dengan proses persetujuan yang efisien.
  3. Layanan Investasi: Produk investasi yang aman dan menguntungkan untuk berbagai kalangan masyarakat.
  4. Kemitraan Teknologi: Integrasi layanan dengan platform mitra seperti Grab untuk memberikan kemudahan transaksi sehari-hari.

Rencana Masa Depan Superbank

Dengan dukungan kuat dari para pemegang sahamnya, Superbank berkomitmen untuk terus berinovasi di sektor perbankan digital. Fokus utama mereka adalah meningkatkan pengalaman pengguna melalui teknologi terkini serta memperluas akses layanan ke lebih banyak daerah di Indonesia.

Kesimpulan

Transformasi dari Bank Fama menjadi Superbank adalah bukti nyata bagaimana inovasi dan kemitraan strategis dapat mengubah wajah industri perbankan di Indonesia. Dengan dukungan dari Emtek Group, Grab, Singtel, dan KakaoBank, Superbank kini menjadi salah satu pemain penting yang siap bersaing di era digital. Meski belum IPO, potensi pertumbuhan Superbank sangat menjanjikan di masa depan.

Superbank bukan hanya sekadar bank digital, tetapi juga mitra keuangan yang siap membantu masyarakat Indonesia mencapai tujuan finansial mereka dengan mudah dan aman.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Abi Zahy

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X