Sejumlah warganet menilai perubahan seragam ini tidak krusial. Mereka berpendapat ada hal lebih penting yang perlu dibenahi, seperti isu pengoplosan BBM hingga pembayaran cashless yang belum optimal.
“Seragam juga ikutan dioplos?” sindir akun @james_boggie.
“Enggak peduli seragam apaan, asal jangan ngoplos,” tulis akun @rzkkyyx.
Ada juga yang menyoroti layanan pembayaran non-tunai yang sering kali ditolak oleh operator SPBU.
“Banyak SPBU punya EDC dan QRIS tapi enggak mau dipakai. Lapor ke Pertamina, ujungnya bilang: kebijakan masing-masing SPBU,” ujar akun @r.wistu.
Baca Juga: Mudik Gratis Nataru 2025 Kemenhub Dibuka, Ini Link dan Cara Daftarnya
Dugaan Penghematan Anggaran Seragam
Tidak berhenti di situ, beberapa komentar menduga bahwa penggunaan celana jeans adalah bagian dari strategi perusahaan untuk memotong anggaran seragam.
“Wah ini sih motong budget seragam, wkwk,” tulis akun @bruatbret.
“Ini trik hemat perusahaan, jadi enggak banyak keluar buat baju pegawai,” tambah akun @ci_wulan.
Pelayanan Dinilai Lebih Penting Dibanding Seragam
Dari berbagai komentar yang muncul, banyak warganet sepakat bahwa perubahan seragam tidak akan berarti jika pelayanan pegawai SPBU masih kurang ramah atau tidak profesional.
Pertamina Masih Bungkam
Hingga kini, belum ada penjelasan resmi dari pihak Pertamina terkait viralnya video tersebut maupun apakah benar terjadi perubahan kebijakan seragam pegawai SPBU.***