Temuan Kementan menunjukkan praktik pungli serupa terjadi di 99 titik, bahkan di beberapa lokasi terjadi berkali-kali.
Pelaku pun tidak hanya berasal dari internal Kementan; lebih banyak lagi berasal dari pihak luar.
“Yang dari Kementan cuma satu orang, sisanya banyak dari luar. Dan staf ini langsung saya berhentikan hari ini,” ungkap Amran.
Ia juga menceritakan bahwa staf tersebut menangis ketika diinterogasi.
“Dia bilang khilaf. Bagaimana bisa khilaf kalau bolak-balik ambil uang? Petani sudah susah hidupnya, jangan dibebani lagi,” ucap Amran.
Dengan dibongkarnya kasus pungli besar-besaran ini, Kementan menegaskan kembali komitmennya untuk memastikan bantuan alsintan benar-benar sampai ke tangan petani tanpa pungutan apa pun.
Mentan Amran menekankan bahwa pihaknya tidak akan segan mengambil tindakan tegast erhadap siapa pun yang merugikan petani.***