Jumlah ASN Pemprov Jateng yang mencapai sekitar 60.000 orang, termasuk guru dan PPPK, diyakini memberikan dampak ekonomi besar bila seluruhnya membeli sarung batik produksi UMKM lokal.
“Kalau beli dari UMKM tentu ikut mengangkat ekonomi UMKM kita,” ujar Sumarno.
Ia menegaskan bahwa kebijakan Jumat bersarung bukan hanya simbol budaya, tetapi juga bentuk nyata dukungan terhadap ekonomi rakyat.
Mengangkat Kearifan Lokal, Menggerakkan Ekonomi Daerah
Menurut Sumarno, penggunaan sarung batik bertujuan memperkenalkan kembali potensi budaya Jawa Tengah yang selama ini jarang terekspos.
Dengan dorongan ini, ia berharap UMKM sarung batik semakin dikenal, semakin berdaya, dan mampu meningkatkan kesejahteraan para perajin lokal.
“Batik dan lurik sudah biasa kita dorong. Tapi sarung batik belum tersentuh. Ini bagian mengenalkan kearifan lokal sekaligus mendorong UMKM,” jelasnya.***